KAI Fasilitasi Pemasaran Produk Mitra Binaan di Yogyakarta
- 16 Jul 2026 23:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia memfasilitasi pemasaran produk usaha mikro dan kecil binaan pada pameran kerajinan di Yogyakarta.
- KAI memberikan pelatihan teknis kepada 20 pelaku usaha binaan untuk memperluas peluang ekspor produk lokal ke luar negeri.
- KAI mengikutsertakan delapan mitra binaan dalam pameran internasional untuk membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha.
RRI.CO.ID, Yogyakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memfasilitasi pemasaran produk mitra binaan pada pameran kerajinan di Yogyakarta. Kegiatan promosi tersebut berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) mulai tanggal 15 hingga 19 Juli 2026.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut menghadirkan stan khusus untuk memamerkan batik serta fesyen. Langkah ini bertujuan membantu para usaha mikro dan kecil (UMK) dalam menjangkau konsumen baru.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan tentang pentingnya kelanjutan program pembinaan tersebut. Ajang pameran ini dirancang sebagai sarana efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra.
“Pembinaan perlu berlanjut sampai pada ruang pertemuan dengan konsumen dan calon mitra bisnis. Di pameran ini, pelaku UMK dapat memperkenalkan kualitas produknya, mendengar masukan, memahami kebutuhan pasar, dan membangun jejaring yang mendukung keberlanjutan usaha,” ujar Anne.
Ia menerangkan bahwa terbukanya akses pasar akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar perajin. Peningkatan pemesanan barang dapat mendorong penyerapan tenaga kerja lokal di wilayah sekitar tempat usaha.
“Yang diperkuat KAI adalah ekosistem usahanya. Ketika pelaku UMK memperoleh pasar yang lebih luas, manfaatnya dapat kembali kepada keluarga, pekerja, pemasok, dan komunitas di sekitar tempat usaha. Karena itu, akses pasar menjadi bagian penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Anne.
BUMN tersebut merilis data kegiatan pembinaan para pelaku usaha binaan pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Program kolaborasi tersebut melibatkan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP).
Pelatihan ekspor bagi 20 pelaku usaha tersebut dilaksanakan dari tanggal 23 hingga 25 Juni 2026. Para peserta menerima materi mengenai peningkatan kualitas kemasan produk dan juga metode kalkulasi harga.
Sebelumnya perusahaan perkeretaapian ini juga telah memfasilitasi delapan pelaku usaha binaan pada Triwulan I 2026. Mereka diikutsertakan dalam pameran kerajinan internasional bertajuk Jakarta International Handicraft Trade Fair atau INACRAFT 2026.
Anne menambahkan bahwa program kemitraan ini merupakan bagian penting dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Program tersebut dirancang secara terarah untuk mendukung peningkatan kapasitas serta kemandirian ekonomi pelaku usaha.
“Kebutuhan setiap usaha berbeda. Ada yang perlu memperkuat standar produk, memperbaiki kemasan, menata administrasi, memperluas promosi, atau bertemu dengan calon pembeli. KAI menyusun pembinaan melalui tahapan yang saling melengkapi agar pelaku UMK semakin siap mengambil peluang,” ujar Anne.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perseroan dalam pemberdayaan ekonomi. Pihak manajemen terus berupaya memperluas akses pasar agar produk kerajinan lokal dapat dikenal luas.
“KAI ingin membuka lebih banyak ruang agar produk lokal bertemu dengan pasar yang tepat. Dari peningkatan kapasitas, promosi, pameran, hingga pengembangan jejaring bisnis, seluruh proses diarahkan untuk memperkuat kemandirian pelaku UMK dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Wisnu Pramudya.
Pameran berskala nasional ini mengusung tema penting tentang keselarasan kerajinan budaya untuk harmoni dunia. Seluruh hasil interaksi pameran akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan strategi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....