Cara Srikandi Logistik Ini Bungkam Keraguan di Dunia Kerja Maskulin
- 14 Jul 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Juliana Sofia Damu, Global Vice Chairperson WiLAT Asia Tenggara, membuktikan bahwa perempuan bisa menembus industri logistik yang dominan pria melalui kompetensi dan integritas tinggi.
- Kepemimpinan perempuan dengan karakteristik detail, empatik, dan komunikasi intuitif dinilai mampu menciptakan iklim kerja yang lebih produktif dibandingkan gaya kepemimpinan maskulin tradisional.
- Perempuan di sektor logistik disarankan untuk meningkatkan keahlian teknis, mengambil sertifikasi internasional, dan menerapkan work-life integration alih-alih sekadar mencari keseimbangan kerja yang kaku.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menembus industri logistik yang sarat akan dominasi kaum pria tentu bukanlah perkara mudah bagi sebagian perempuan di dunia kerja. Namun, Juliana Sofia Damu membuktikan, bias gender tersebut bisa dipatahkan lewat pembuktian kompetensi dan integritas yang tinggi.
Sebagai Global Vice Chairperson WiLAT (Women in Logistics and Transport) Asia Tenggara, ia kerap menghadapi skeptisisme berbagai pihak. Terutama saat awal merintis karier di dunia logistik.
Ketangguhannya dalam mengelola operasional lapangan perlahan membungkam keraguan dan mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin visioner. Menurutnya, industri maskulin seperti logistik justru sangat membutuhkan karakteristik kepemimpinan perempuan yang cenderung lebih detail dan empatik.
Kombinasi antara ketegasan dan kepekaan sosial dinilai mampu menciptakan iklim kerja yang jauh lebih produktif bagi seluruh tim. "Perempuan tidak perlu mengubah jati dirinya menjadi maskulin hanya untuk bisa diterima di industri yang keras ini," ujar Juliana, seperti dilansir dari Youtube RRI Pro3, Selasa, 14 Juli 2026.
"Kekuatan utama kita justru terletak pada kemampuan komunikasi intuitif dan manajemen risiko yang sangat detail," ujarnya. Ia menyarankan agar para pekerja perempuan terus meningkatkan keahlian teknis dan tidak ragu untuk mengambil sertifikasi profesi internasional.
Langkah tersebut dinilai sangat efektif untuk membangun legitimasi profesional yang kuat di mata kolega maupun mitra bisnis global. Menurutnya, tantangan yang sering dihadapi perempuan di sektor ini adalah pembagian waktu peran domestik dan tanggung jawab profesional.
Menghadapi hal tersebut, Juliana menekankan pentingnya integrasi kehidupan kerja (work-life integration) alih-alih sekadar mencari keseimbangan yang kaku. Kini kiprahnya di kancah regional terus menjadi inspirasi bagi ribuan srikandi muda yang ingin berkarier di sektor rantai pasok global.
Dedikasi tanpa batas ini membuktikan bahwa batas kemampuan seseorang tidak pernah ditentukan oleh gender mereka. Bagi Anda yang ingin menyimak tips sukses menembus industri maskulin dari Juliana Sofia Damu, tonton langsung diskusinya di saluran YouTube RRI Pro3.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....