KAI Group Kelola 1.854 Ton Sampah di Stasiun Gambir
- 21 Mei 2026 22:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan program pengelolaan sampah terintegrasi untuk membangun ekosistem transportasi bersih.
- KAI Group memilih Stasiun Gambir sebagai lokasi uji coba pertama program pengelolaan sampah terintegrasi tersebut.
- Program pengelolaan sampah ini melibatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mendukung ekonomi sirkular.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengelola sampah 1.854 ton per tahun. Kini, KAI Group memulai program pengelolaan sampah mandiri tersebut di Stasiun Gambir untuk membangun ekosistem bersih.
Perusahaan merilis program pengelolaan sampah modern tersebut pada hari Kamis, 21 Mei 2026 di Jakarta. Uji coba ini melibatkan anak usaha mereka yaitu PT Reska Multi Usaha (KAI Services).
Pihak manajemen memilih Stasiun Gambir karena memiliki mobilitas penumpang tinggi serta menjadi simpul transportasi utama. Sistem terpadu ini mencakup pemilahan dan pengumpulan hingga pemanfaatan kembali sampah secara optimal serta bernilai.
Program ini menjadi bagian dari peta jalan pengelolaan sampah korporasi untuk periode 2026 sampai 2029. Timbulan sampah harian di lingkungan perusahaan tersebut tercatat mencapai lebih dari 4,3 ton setiap hari.
Pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) modern bertujuan untuk memperkuat pemilahan sampah dari sumber. Pengolahan sampah organik juga diarahkan untuk menghasilkan pupuk guna mendukung kebutuhan program penghijauan di stasiun.
Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto menyatakan program ini mendukung transformasi layanan perkeretaapian nasional. Ia menjelaskan pengelolaan sampah berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi para penumpang kereta.
“Program Waste Management Terintegrasi ini merupakan wujud komitmen KAI Group dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang modern dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Stasiun Gambir menjadi langkah awal untuk membangun model pengelolaan sampah yang terukur, terintegrasi, dan dapat direplikasi di berbagai stasiun lainnya,” ujar Krisna.
Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah tersebut ditargetkan mulai berjalan secara bertahap pada semester II tahun 2026. Penerapan teknologi digital akan digunakan untuk mendukung sistem pemantauan serta pencatatan tonase sampah secara akurat.
Kolaborasi program ini melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup serta Dinas Lingkungan Hidup untuk menjaga kelestarian stasiun. Mitra swasta seperti Enviro, Kepul.id, dan PT Anak Bangsa Juara turut memperkuat ekosistem ekonomi sirkular.
Direktur Bisnis Korporasi dan Operasi KAI Services Benny Rustanto menambahkan bahwa program ini membangun budaya baru. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga kebersihan demi masa depan transportasi perkeretaapian Indonesia yang hijau.
“Transformasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada pembentukan budaya peduli lingkungan. Kami ingin mengajak seluruh pelanggan, pekerja, dan mitra untuk bersama-sama menjaga kebersihan stasiun serta mendukung masa depan transportasi perkeretaapian Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Benny.
Sistem pemilahan sampah akan dikembangkan ke berbagai wilayah strategis di kota besar seluruh Indonesia. KAI Services berkomitmen menjadi penyedia layanan perkeretaapian yang adaptif serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....