Stasiun Plabuan dan Comal Ditingkatkan untuk Melayani Naik-Turun Penumpang

  • 22 Apr 2026 02:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mengaktifkan kembali layanan penumpang pada Stasiun Plabuan dan Stasiun Comal.
  • Pengoperasian kembali stasiun pendukung dilakukan sebagai langkah memenuhi lonjakan volume penumpang di jalur Pantura.
  • Rencana pembukaan akses transportasi tersebut mendapatkan dukungan data positif dari angka pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar.

RRI.CO.ID, Batang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengaktifkan kembali Stasiun Plabuan serta Stasiun Comal pada Senin, 27 April 2026. Langkah tersebut bertujuan memperluas akses transportasi kereta api di jalur pantai utara.

Dua stasiun lama tersebut akan segera melayani naik dan turun penumpang dari tiga kereta api komersial utama. Pengoperasian infrastruktur kereta api ini sekaligus mempermudah konektivitas antarkota bagi seluruh warga di wilayah Jawa Tengah utara.

“Pengoperasian Stasiun Plabuan dan Comal memperluas jangkauan layanan kereta api agar semakin dekat dengan masyarakat. Dengan lebih banyak titik keberangkatan, perjalanan menjadi lebih praktis dan mendukung aktivitas harian masyarakat,” ujar Vice President Corporate Communication (VP Corpcomm) PT KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 21 April 2026.

Catatan pertumbuhan penumpang di Stasiun Batang menjadi alasan utama KAI membuka kembali akses Plabuan. Kenaikan volume penumpang mencapai 14.005 jiwa terpantau terjadi sepanjang periode Januari-Maret 2026.

Stasiun Pemalang mencatat lonjakan jumlah pelanggan 37,66 persen yang menunjukkan potensi pergerakan ekonomi rakyat sangat besar. Pergerakan pelanggan datang menuju kawasan tersebut menyentuh angka 92.491 orang dalam kurun tiga bulan awal tahun.

Pusat keramaian transportasi kereta api di Stasiun Pekalongan juga ikut memberikan dampak signifikan terhadap distribusi pergerakan warga. Total pelanggan berangkat pada stasiun di jalur utama pantura itu kini berada pada kisaran jumlah 176.230 orang.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Batang menyentuh angka 5,2 persen selama setahun sebelumnya. Pembangunan sektor industri pengolahan di wilayah Jawa Tengah menuntut ketersediaan sarana transportasi massal yang aman serta efisien.

“KAI akan melakukan evaluasi secara berkala dengan melihat perkembangan jumlah pelanggan. Layanan akan terus disesuaikan agar tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT KAI, Wisnu Pramudya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....