Kementan Catat Produksi Pupuk Dalam Negeri Kurang

  • 14 Mar 2023 15:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kebutuhan pupuk dengan kemampuan produksi di dalam negeri diketahui mengalami ketimpangan. Kebutuhan pupuk mencapai 24 juta ton dalam setahun, sedangkan kemampuan produksi hanya sampai 14 juta ton saja.

"Bayangkan kebutuhan pupuk kita berdasarkan NPK kurang lebih 24 juta ton. Tapi kemampuan pupuk Indonesia memproduksi pupuk setiap tahun hanya 14 juta ton," ucap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi dalam diskusi bertajuk "Menjadi Jutawan dengan Pupuk Kompos di Jakarta, Selasa (14/3/2023).

Dedi merinci, dari total produksi tersebut, sebanyak 12 juta ton untuk kebutuhan di dalam negeri, sedangkan sisanya untuk ekspor. Adapun kemampuan pemerintah dalam memberikan subsidi pupuk kepada para petani hanya sebanyak 9 juta ton.

Subsidi tersebut juga telah mengalami penyesuaian, dari 70 jenis tanaman pangan, kini hanya sembilan jenis tanaman pagan strategis. Tanaman itu meliputi padi, jagung, kedelai, cabai, bawang putih, bawang merah, tebu, kopi, dan kakao.

"Untuk di dalam negeri 12 juta ton, untuk ekspor 2 juta ton. Bahkan kemampuan pemerintah untuk memberikan subsidi pupuk kepada para petani hanya 9 juta ton," ucapnya.

Ia menegaskn, ketersediaan pupuk di dalam negeri tidak langka seperti yang dikeluhkan banyak petani. Melainkan kemampuan produksi yang kurang dan belum mampu memenuhi kebutuhan akan pupuk di dalam negeri.

Menurutnya, kondisi ini diperparah dengan sejumlah hal, seperti rantai pasok yang terganggu pascapandemi, dan perubahan iklim ekstrim global. Juga karena perang dua negara pemasok besar bahan dan pupuk dunia, yakni Rusia-Ukraina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....