KAI Journey Masuk Philip Kotler Museum of Marketing
- 28 Mei 2025 11:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: KAI Journey kini ditampilkan di Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya. Instalasi visual ini diresmikan di 88 Kasablanka, Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Isinya menampilkan visualisasi evolusi strategi layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sejak era pasca-kemerdekaan hingga era digital. Museum ini memadukan konsep pemasaran global dari Philip Kotler dengan konteks lokal yang dikembangkan Hermawan Kartajaya.
“Kolaborasi ini merepresentasikan strategi KAI dalam memosisikan transformasi digital sebagai tulang punggung pemasaran masa depan,” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo saat peresmian instalasi visual, Selasa.
Pengunjung diajak berinteraksi dengan instalasi yang mendemonstrasikan adaptasi konsep pemasaran modern pada industri transportasi kereta api. KAI Journey menggambarkan evolusi layanan KAI sesuai perkembangan marketing dari tahap produk hingga masa pemasaran adaptif berbasis teknologi.
Pada periode 1945 hingga 2008, KAI fokus membangun infrastruktur dasar dan mengoperasikan layanan secara manual. Penjualan tiket masih fisik dan stasiun belum memiliki standar kenyamanan serta keamanan yang seragam.
Pada 2009 hingga 2015, KAI mulai menempatkan pelanggan sebagai pusat layanan dengan berbagai inovasi. Inovasi seperti e-Kios, boarding pass elektronik, dan gerbong khusus perempuan meningkatkan kenyamanan serta keamanan penumpang.
/br8905dp9ft180e.jpeg)
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo (kedua kiri) dan Hermawan Kartajaya (ketiga kanan) saat peresmian instalasi visual diresmikan di di Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya, 88 Kasablanka, Jakarta, Selasa (27/5/2025) (Foto: KAI)
Periode 2016 hingga 2021 menandai digitalisasi sebagai inti layanan melalui peluncuran aplikasi Access by KAI. Aplikasi ini memungkinkan pemesanan makanan, hotel, dan pelacakan posisi kereta real-time serta mempercepat proses e-boarding pass.
Sejak 2022, KAI mengintegrasikan teknologi canggih dan keberlanjutan dalam layanan kereta api. Teknologi face recognition, pemesanan tiket online, kereta kompartemen, serta fitur carbon footprint mencerminkan komitmen masa depan hijau.
KAI juga berpartisipasi dalam proyek strategis nasional seperti Kereta Cepat Whoosh dan LRT Jabodebek. Hermawan Kartajaya mengatakan kehadiran KAI di museum ini menjadi bukti bagaimana perusahaan lokal mengadopsi konsep pemasaran global.
“Transformasi KAI bukan sekadar digitalisasi, melainkan bentuk konkret adaptive marketing yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern,” ujar Hermawan.
Pameran KAI Journey mengajak publik memahami bahwa inovasi layanan bukan hanya soal teknologi. Museum ini menegaskan peran transportasi kereta api sebagai pionir perubahan lanskap pemasaran Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....