Perdagangan Karbon Internasional Bantu Target Emisi Nol 2060

  • 20 Jan 2025 15:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Bursa Karbon Indonesia meluncurkan Perdagangan Karbon Internasional di Jakarta, Senin (20/1/2025). Diharapkan perdagangan karbon internasional dapat mendukung terwujudnya target emisi nol (net zero emission) pada 2060.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan penyelenggaraan perdagangan karbon internasional menjadi hal yang ditunggu-tunggu pemerintah. "Indonesia mungkin menjadi negara paling awal yang mengoperasionalkan Artikel 6 sejak dimandatkan secara resmi," ujar Hanif.

Bursa ini juga bertujuan menarik partisipasi internasional dan memperkuat Indonesia dalam perdagangan karbon. Sementara untuk perdagangan karbon pada nature solution sektor kehutanan ke depannya akan menyusul.

Bursa Karbon adalah mekanisme pasar yang memungkinkan perusahaan membeli atau menjual izin sertifikat pengurangan emisi karbon. Pada sistem ini, emisi karbon dihitung dalam satuan metrik ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2e).

Melalui Bursa Karbon, pihak-pihak yang mampu mengurangi emisi lebih dari targetnya dapat menjual kelebihannya kepada pihak lain. Terutama yang masih membutuhkan ruang untuk memenuhi target emisi mereka.

Sistem ini bertujuan untuk mendorong perusahaan lebih aktif mengurangi emisi. Sekaligus menciptakan insentif ekonomi bagi pengurangan emisi yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....