Benarkah Baby Mice Wine Berkhasiat untuk Kesehatan? Simak Penjelasan Ahli

  • 08 Sep 2026 11:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Baby mice wine atau anggur bayi tikus adalah minuman tradisional yang ditemukan di beberapa negara Asia dan dibuat dengan merendam anak tikus baru lahir ke dalam minuman beralkohol selama beberapa waktu.
  • Praktik pembuatan minuman ini telah lama dikaitkan dengan pengobatan tradisional dan kepercayaan masyarakat akan manfaat kesehatannya.
  • Sebagian masyarakat percaya bahwa baby mice wine dapat menangkal racun dalam tubuh serta mengatasi penyakit seperti asma dan penyakit hati.

RRI.CO.ID, Jakarta – Baby mice wine atau anggur bayi tikus merupakan minuman tradisional yang dikenal di beberapa negara Asia. Minuman ini dibuat dengan merendam anak tikus yang baru lahir ke dalam minuman beralkohol selama beberapa waktu.

Dirangkum berbagai sumber, praktik tersebut telah lama dikaitkan dengan pengobatan tradisional. Sebagian masyarakat percaya baby mice wine dapat menangkal racun dalam tubuh serta mengatasi penyakit seperti asma dan hati.

Kepercayaan tersebut berasal dari pengobatan tradisional yang berkembang turun-temurun. Dalam praktiknya, anak tikus yang digunakan umumnya masih berusia beberapa hari dan belum membuka mata.

Meski dipercaya memiliki berbagai manfaat, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang kuat mengenai khasiat baby mice wine bagi kesehatan. Sebagian besar klaim manfaat masih berdasarkan pengalaman masyarakat dan belum didukung penelitian medis yang memadai.

Sebaliknya, para ahli justru mengingatkan adanya potensi risiko kesehatan dari konsumsi minuman tersebut. Tikus diketahui dapat membawa berbagai bakteri, virus, maupun parasit yang berpotensi membahayakan manusia apabila proses pembuatannya tidak higienis.

Selain risiko infeksi, kandungan alkohol dalam baby mice wine juga perlu menjadi perhatian. Konsumsi alkohol secara berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan hati, sistem saraf, hingga penyakit kronis lainnya.

Di sisi lain, praktik pembuatan baby mice wine juga memicu perdebatan dari sisi etika. Kelompok pemerhati satwa menilai penggunaan anak tikus sebagai bahan minuman merupakan bentuk eksploitasi hewan yang menimbulkan persoalan kesejahteraan satwa.

Meski demikian, sebagian masyarakat masih menganggap baby mice wine sebagai bagian dari tradisi dan warisan budaya. Perbedaan pandangan tersebut membuat keberadaan minuman ini terus menjadi bahan perdebatan hingga sekarang.

Sebelum mempercayai klaim manfaat suatu pengobatan tradisional, masyarakat disarankan mencari informasi dari sumber yang terpercaya. Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan juga penting agar manfaat dan risikonya dapat dipertimbangkan secara tepat. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....