ASTI Perkuat Profesionalisme Terapis Spa Indonesia
- 05 Sep 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perkumpulan Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI) memperkuat profesionalisme terapis spa melalui peningkatan kompetensi dan standardisasi profesi. Komitmen tersebut menjadi fokus kepengurusan DPP ASTI periode 2026–2030 yang dikukuhkan di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen Yaya Sutarya mengukuhkan kepengurusan baru ASTI di Gadespace Kebon Nanas, Jakarta Timur. Kepengurusan DPP ASTI periode 2026–2030 dipimpin Susiana Hendro sebagai Ketua Umum.
Susiana mengatakan, kepengurusan baru menjadi momentum menyatukan dan memberdayakan terapis spa dan wellness Indonesia. “Pengukuhan hari ini menjadi awal dari komitmen kita bersama untuk menyatukan, memberdayakan, dan mengangkat martabat profesi terapis Spa dan Wellness Indonesia,” ujar Susiana dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2026.
ASTI membawa visi menjadi wadah pemersatu tenaga profesional spa dan wellness yang solid serta berdaya saing global. Penguatan tersebut juga diarahkan untuk memadukan standar internasional dengan kearifan lokal dalam pengembangan wellness Indonesia.
Susiana menyebut terdapat enam langkah strategis yang menjadi arah organisasi selama periode kepemimpinannya. Langkah tersebut mencakup penguatan organisasi, peningkatan kompetensi, kemitraan strategis, citra profesi, serta perluasan keanggotaan.
ASTI juga menyiapkan empat pilar program kerja yang mencakup pendidikan dan pelatihan, organisasi, sertifikasi, serta hubungan masyarakat. Program pendidikan diarahkan pada penguatan kurikulum, sertifikasi Continuous Professional Development (CPD), dan pelatihan kepemimpinan.
Sementara itu, bidang sertifikasi dan standardisasi akan memperkuat skema sertifikasi nasional serta pemutakhiran standar kompetensi terapis. ASTI juga mendorong penelitian dan pengembangan bersama mitra strategis untuk mendukung penguatan profesi.
Selain kompetensi, ASTI mengembangkan konsep wellness yang memadukan kerangka global dengan kekayaan tradisi Nusantara. Konsep tersebut mencakup dimensi fisik, mental, sosial, spiritual, intelektual, lingkungan, finansial, dan okupasional.
Pengembangan wellness berbasis kearifan lokal diharapkan memperkuat identitas serta daya saing profesi terapis spa Indonesia. ASTI juga memperluas kolaborasi dengan kementerian dan lembaga untuk mendukung pendidikan, sertifikasi, penelitian, dan pengembangan kompetensi.
Organisasi tersebut turut menyiapkan penguatan jaringan DPD dan DPC di berbagai daerah untuk memperluas akses pengembangan profesi. Melalui kepengurusan baru, ASTI menargetkan organisasi yang solid, adaptif, dan mampu memperkuat posisi terapis spa dalam ekosistem wellness Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....