Kenapa Mukbang Bisa Mendunia? Ini Awal Mula Tren Makan di Depan Kamera

  • 31 Agt 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mukbang adalah konten internet populer yang menampilkan seseorang makan dalam jumlah banyak melalui layar gadget sambil berinteraksi dengan penonton.
  • Istilah mukbang berasal dari bahasa Korea, kombinasi dari kata meokneun (makan) dan bangsong (siaran).
  • Konten mukbang awalnya dirancang sebagai format siaran interaktif tempat kreator makan di depan kamera dan terhubung dengan komunitas penonton mereka.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menonton orang makan dalam jumlah banyak melalui layar gadget mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Namun, konten tersebut justru berkembang menjadi salah satu fenomena populer di internet dan dikenal dengan istilah mukbang.

Istilah mukbang berasal dari gabungan kata Korea meokneun yang berarti makan dan bangsong yang berarti siaran. Konten ini awalnya menampilkan seseorang yang makan di depan kamera sambil berinteraksi dengan penonton.

Fenomena tersebut mulai muncul di Korea Selatan pada akhir 2000-an. National Library of Medicine menyebut mukbang mulai berkembang sekitar 2008 atau 2009 melalui platform siaran langsung AfreecaTV.

Pada sekitar 2010, mukbang mulai semakin populer di Korea Selatan. Saat itu, penonton dapat menyaksikan pembawa acara makan dalam jumlah besar sambil berkomunikasi melalui kolom komentar.

Kemunculan mukbang juga berlangsung ketika siaran langsung melalui internet semakin berkembang di Korea Selatan. Platform seperti AfreecaTV memungkinkan masyarakat membuat siaran sendiri tanpa harus menjadi artis televisi.

Salah satu hal yang membuat mukbang menarik adalah pengalaman makan bersama secara virtual. Penonton dapat merasa ditemani saat makan meskipun sebenarnya berada sendirian di rumah.

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan perubahan pola kehidupan di Korea Selatan. Rumah tangga satu orang semakin banyak, sehingga makan sendirian juga menjadi lebih umum.

Namun, alasan menonton mukbang tidak hanya berkaitan dengan rasa kesepian. Penelitian terhadap penonton menemukan beberapa alasan lain, seperti hiburan, mencari informasi makanan, dan menikmati makanan secara tidak langsung.

Penonton juga dapat menikmati makanan melalui tampilan visual dan suara yang muncul dalam video. Suara makanan saat dikunyah atau dipotong kemudian menjadi bagian dari konten mukbang dan berkembang dekat dengan tren ASMR.

Popularitas mukbang kemudian semakin besar ketika internet dan platform video berkembang. Konten yang awalnya berupa siaran langsung dapat direkam, diedit, lalu dibagikan kepada penonton dari berbagai negara.

Sekitar 2015, mukbang mulai berkembang menjadi tren global. YouTube dan platform video lainnya membuat format tersebut lebih mudah dikenal di luar Korea Selatan.

Setelah menyebar ke berbagai negara, bentuk mukbang juga ikut berubah. Tidak semua pembuat konten hanya menampilkan makan dalam jumlah besar, tetapi juga menggabungkannya ulasan makanan, memasak, cerita, atau ASMR.

Makanan yang ditampilkan pun semakin beragam. Konten mukbang kini menampilkan makanan lokal, makanan cepat saji, hidangan restoran, hingga makanan yang sedang populer di media sosial.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa daya tarik mukbang sebenarnya tidak hanya terletak pada makanan. Interaksi dengan pembawa acara dan pengalaman menikmati makanan secara tidak langsung turut membuat konten ini menarik bagi penonton. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....