Banjir Bandang Bisa Terlihat seperti Tsunami, Ini Perbedaan Keduanya

  • 30 Agt 2026 10:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Flash flood dan tsunami memiliki penyebab berbeda, sehingga lokasi dan sumber air perlu diperhatikan untuk membedakannya.
  • Banjir bandang dapat bergerak sangat cepat dan membawa air, lumpur, batu, serta berbagai material lainnya.
  • Tampilannya sekilas mirip tsunami, terutama ketika aliran air bergerak melalui lembah atau sungai yang sempit.

RRI.CO.ID, Jakarta – Banjir bandang dapat datang dengan cepat dan membawa air dalam jumlah besar. Dari kejauhan, alirannya bahkan bisa terlihat seperti dinding air yang mirip tsunami.

Banjir bandang atau flash flood berbeda dengan banjir yang biasanya naik secara perlahan. Air dapat mengalir deras dalam waktu singkat dan menyapu wilayah yang dilewatinya.

Melansir berbagai sumber, banjir bandang biasanya terjadi setelah hujan deras dalam waktu singkat. Namun, hujan bukan satu-satunya penyebab munculnya banjir bandang.

Longsor, bendungan alami yang jebol, dan aliran air yang tiba-tiba juga dapat memicu banjir bandang. Di daerah pegunungan, kondisi ini bisa membuat air bergerak semakin cepat.

Lereng yang curam membuat air lebih mudah mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Aliran tersebut kemudian dapat membawa lumpur, batu, pasir, dan berbagai benda yang dilewatinya.

Banyaknya material yang terbawa membuat aliran banjir bandang terlihat semakin besar. Air yang bergerak melalui lembah atau sungai sempit juga dapat terlihat seperti satu aliran besar.

Inilah salah satu alasan banjir bandang terkadang terlihat seperti tsunami. Air yang datang dalam jumlah besar dan bergerak cepat dapat menciptakan pemandangan seperti gelombang atau dinding air.

Meski begitu, keduanya memiliki penyebab yang berbeda. Tsunami terjadi karena perpindahan air laut dalam jumlah besar, biasanya akibat gempa bawah laut, longsor, atau aktivitas gunung api.

Tsunami juga tidak selalu terlihat seperti ombak raksasa. Ketika mencapai daratan, air tsunami dapat terlihat seperti arus air yang naik dan bergerak cepat.

Karena itu, bentuk air saja tidak cukup untuk menentukan jenis bencana yang terjadi. Penyebab dan lokasi kejadian perlu diperhatikan untuk membedakan banjir bandang dan tsunami.

Banjir bandang juga dapat terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Kondisi tersebut membuat masyarakat memiliki waktu lebih sedikit untuk menyelamatkan diri.

Daerah yang berada dekat sungai, lembah, dan lereng curam memiliki risiko lebih tinggi terkena banjir bandang. Masyarakat di wilayah tersebut perlu memperhatikan peringatan cuaca dan kondisi lingkungan.

Berbeda dari banjir biasa, banjir bandang dapat membawa air dan material dengan kekuatan besar. Karena itu, aliran air yang terlihat dari kejauhan sebaiknya tidak dianggap sebagai pemandangan biasa.

Banjir bandang menunjukkan bahwa air dapat bergerak sangat cepat ketika kondisi tertentu terpenuhi. Fenomena inilah yang membuatnya terkadang tampak seperti tsunami, meski keduanya merupakan bencana yang berbeda. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....