Cangor, Alat Musik Tradisional Jambi yang Jarang Diketahui

  • 25 Agt 2026 21:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Cangor adalah alat musik tradisional yang berasal dari Provinsi Jambi dan masih berkembang di masyarakat lokal.
  • Alat musik ini ditemukan di lima kabupaten di Jambi: Sarolangun, Merangin, Bungo, Tebo, dan Kerinci.
  • Cangor merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat dan terus diwariskan hingga saat ini.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia memiliki beragam alat musik tradisional yang berkembang di berbagai daerah. Salah satunya Cangor, alat musik tradisional yang berasal dari Provinsi Jambi.

Cangor termasuk alat musik yang masih berkaitan dengan kehidupan masyarakat setempat. Keberadaannya antara lain ditemukan di Kabupaten Sarolangun, Merangin, Bungo, Tebo, dan Kerinci.

Berbeda dengan alat musik tradisional yang lebih dikenal seperti angklung atau gamelan, nama Cangor mungkin masih asing bagi sebagian masyarakat. Alat musik tersebut memiliki bentuk sederhana karena dibuat menggunakan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Cangor umumnya dibuat dari batang bambu yang dibentuk menyerupai tabung. Bagian kulit bambu kemudian disisit atau dicungkil untuk membentuk bagian yang berfungsi sebagai senar.

Cangor dikenal sebagai alat musik sitar tabung dan termasuk kelompok idio-kordofon. Cara memainkannya dilakukan dengan memberikan ketukan pada bagian bambu, sementara bagian senarnya dapat menghasilkan bunyi dengan teknik permainan tertentu.

Keberadaan Cangor juga memiliki hubungan dengan kehidupan masyarakat agraris di Jambi. Melansir Lihat Jambi, alat musik tersebut dikenal dimainkan oleh petani ketika beristirahat setelah melakukan aktivitas di ladang.

Selain sebagai hiburan, Cangor juga digunakan dalam konteks kesenian dan tradisi masyarakat Jambi. Dalam sejumlah tradisi, alat musik tersebut dapat digunakan untuk mengiringi kesenian daerah, termasuk pertunjukan tari dan pencak silat.

Keunikan Cangor terletak pada pemanfaatan bambu sebagai bagian utama instrumen sekaligus penghasil bunyi. Kesederhanaan bentuk tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat memanfaatkan bahan dari lingkungan sekitar untuk menghasilkan karya seni.

Keberadaan alat musik seperti Cangor menjadi bagian dari kekayaan musik tradisional Indonesia. Pengenalan alat musik tersebut dapat membantu menjaga pengetahuan budaya daerah agar tetap dikenal generasi berikutnya. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....