Buah Matang Bikin Lalat Kecil Berdatangan, Kenapa?

  • 18 Agt 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Buah matang dan mulai berfermentasi menghasilkan aroma yang menarik lalat buah.
  • Buah fermentasi dapat menjadi sumber makanan sekaligus tempat berkembang biak lalat buah.
  • Menjaga kebersihan makanan dan dapur dapat membantu mengurangi kemunculan lalat buah.

RRI. CO. ID, Jakarta – Lalat kecil yang beterbangan di sekitar buah sering muncul ketika ada makanan yang mulai matang atau terlalu lama disimpan. Serangga tersebut umumnya dikenal sebagai lalat buah atau fruit fly dari kelompok Drosophila.

Lalat buah memang memiliki ketertarikan kuat terhadap buah yang terlalu matang dan mulai mengalami fermentasi. Kondisi tersebut menghasilkan berbagai aroma yang dapat dideteksi oleh lalat dari jarak tertentu.

Melansir dari berbagai sumber, proses fermentasi terjadi ketika mikroorganisme, termasuk ragi, memecah kandungan dalam buah. Proses tersebut menghasilkan senyawa beraroma yang kemudian menjadi salah satu petunjuk bagi lalat untuk menemukan sumber makanan.

Karena itu, buah yang mulai lembek atau mengeluarkan aroma khas fermentasi bisa lebih mudah menarik perhatian lalat. Buah yang jatuh, rusak, atau tersimpan terlalu lama juga dapat menjadi tempat yang sesuai bagi lalat buah.

Ketertarikan tersebut bukan hanya berkaitan dengan makanan bagi lalat dewasa. Buah yang mengalami fermentasi juga dapat menjadi tempat bagi lalat untuk bertelur dan mendukung perkembangan larvanya.

Ragi yang tumbuh pada buah menjadi salah satu sumber makanan penting bagi larva Drosophila melanogaster. Hubungan antara lalat, buah, dan ragi bahkan menjadi bagian dari ekosistem kecil yang dipelajari para peneliti.

Itulah sebabnya beberapa ekor lalat buah dapat berubah menjadi banyak dalam waktu relatif singkat. Ketika sumber makanan dan tempat berkembang biak tersedia, lingkungan tersebut menjadi kondisi yang mendukung siklus hidupnya.

Lalat buah berukuran sangat kecil dan biasanya memiliki tubuh berwarna kekuningan hingga kecoklatan. Beberapa jenis juga memiliki mata berwarna merah yang membuatnya mudah dikenali.

Namun, tidak semua lalat kecil yang ditemukan di sekitar buah otomatis merupakan Drosophila melanogaster. Istilah lalat buah mencakup berbagai spesies dalam kelompok Drosophila, dengan karakteristik dan kebiasaan yang dapat berbeda.

Ada pula spesies tertentu yang memiliki kebiasaan berbeda dari lalat buah pada umumnya. Drosophila suzukii, misalnya, mampu menyerang buah yang masih utuh dan sedang matang, tidak hanya buah yang sudah rusak atau membusuk.

Di dalam rumah, sumber lalat buah ternyata tidak selalu berasal dari buah yang terlihat jelas. Sisa sayuran, minuman yang mengalami fermentasi, wadah minuman, hingga tempat sampah juga dapat menjadi sumbernya.

Karena ukurannya kecil, sumber perkembangbiakan lalat juga terkadang sulit ditemukan. Membersihkan buah yang terlalu matang dan membuang sisa makanan dapat membantu mengurangi tempat yang menarik bagi lalat.

Menutup wadah makanan dan menjaga area dapur tetap bersih juga dapat mengurangi peluang lalat menemukan sumber makanan. Cara sederhana tersebut penting terutama ketika lalat mulai muncul dalam jumlah banyak.

Meski sering dianggap mengganggu, Drosophila melanogaster ternyata memiliki peran besar dalam penelitian biologi. Lalat ini telah lama digunakan ilmuwan untuk mempelajari genetika, perkembangan tubuh, dan berbagai proses biologis.

Jadi, lalat kecil yang tiba-tiba muncul di dekat buah sebenarnya sedang mengikuti naluri alaminya. Bagi manusia mungkin mengganggu, tetapi bagi lalat, aroma buah yang mulai berfermentasi justru merupakan tanda bahwa makanan dan tempat berkembang biak tersedia. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....