Pemprov Bengkulu Dukung Program Revitalisasi Bahasa Daerah

  • 09 Mei 2023 18:07 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu melaksanakan kegiatan Pelatihan Guru Master Revitalisasi Bahasa Daerah yang bertempat di salah satu hotel di Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh 252 guru yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini merupakan kegiatan ketiga dalam rangkaian Program Revitalisasi Bahasa Daerah Provinsi Bengkulu tahun 2023. Sebelumnya diadakan kegiatan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Modul Berbahasa Daerah.


Kegiatan Pelatihan Guru Master atau Training of Trainer (ToT) Revitalisasi Bahasa Daerah ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar. Turut hadir pula, Kepala Dinas

Dalam sambutannya Khairil Anwar menyampaikan dukungan penuh serta ucapan atas pelaksanaan Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu pada tahun 2023. "Program ini mendukung bahasa daerah Provinsi Bengkulu tetap terjaga. Kami mengimbau kesadaran seluruh pengampu kepentingan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu untuk menjaga dan memelihara bahasa daerah melalui upaya-upaya yang dilakukan di daerah" ujarnya (9/5/2023).


Diketahui Program Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi Bengkulu akan merevitalisasi tiga bahasa lokal yang ada di Provinsi Bengkulu, yaitu bahasa Enggano, bahasa Rejang, dan bahasa Bengkulu dialek Serawai. Saat ini program Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi Bengkulu memasuki tahap Pelatihan Guru Master

Pada tahapan ini para maestro (fasilitator) akan mengajarkan materi dalam modul pembelajaran bahasa daerah kepada para guru master. Setelah mendapatkan pelatihan, para guru master akan mengimbaskan materi dari modul pembelajaran bahasa daerah ke guru lainnya kepada siswa di sekolah di tingkat kabupaten/kota.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama empat hari, Selasa—Jumat (9—12 Mei 2023). Dalam kegiatan ini akan diajarkan tujuh modul berbahasa daerah.

Kegiatan ini nantinya diharapkan dapat menghasilkan tenaga pendidik yang andal, menguasai bahasa daerah sehingga dapat mengimbaskan kepada tunas bahas ibu (generasi muda), serta terlibat aktif dalam menghidupkan kembali, melindungi, dan melestarikan bahasa daerah.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....