Kepala Pusat Pembinaan Bahasa: Revitalisasi Bahasa Adalah Upaya Pengembangan dan Pelestarian Bahasa Daerah

  • 14 Mar 2023 11:14 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dr. M. Abdul Khak menegaskan tahun ini Bengkulu menjadi satu wilayah sasaran lokasi revitalisasi bahasa daerah secara nasional. Secara total jumlah provinsi yang menjadi sasaran revitalisasi hingga saat ini adalah 22 provinsi.

Revitalisasi itu akan dilakukan sepanjang tahun 2023 melibatkan seluruh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten dan kota di provinsi Bengkulu. Revitalisasi dalam KBBI di maknai sebagai proses menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya kurang berdaya.

Revitalisasi bahasa daerah secara umum diartikan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah melalui pewarisan bahasa daerah kepada generasi muda untuk mendorong penggunaannya dalam komunikasi yang beragam. Dengan tujuan daya hidup bahasa daerah tersebut pada taraf aman dan ditransmisikan dengan baik.

"bahasa daerah ini mungkin saja kata orang aman, bahasa kami masih banyak yang menggunakan. Namun kita harus melihat lebih dalam lagi, bil bahasa daerah itu mungkin akrab di kalangan masyarakat usia tertentu saja, hal ini berpotensi menimbulkan kepunahan bahasa" ucap Dr. Abdul Khak (14/3/2023)

Diketahui setidaknya sebelas bahasa daerah di Indonesia sudah punah dan hilang sama sekali. Hal itu terjadi akibat hilangnya penutur bahasa di daerah tersebut.

Sementara itu Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Dwi Laily Sukmawati mengatakan bahasa Bengkulu yang akan direvitalisasi tahun 2023 terdiri atas bahasa Enggano bahasa Rejang dan bahasa Bengkulu dengan dialek Serawai. Sementara secara umum pembagian dialek bahasa Melayu Bengkulu adalah dialek Serawai, Pasemah, dialek Nasal 1 dialek Nasal 2, dialek Kaur, dialek Lembak 1, dialek Lembak 2 dialek Pekal, dialek Mukomuko dan dialek Bengkulu kota.

Untuk bahasa Rejang dan bahasa Bengkulu dengan 9 dialek masuk ke dalam model B dengan spesifikasi rentan. Sedangkan bahasa Enggano masuk ke dalam model C dengan spesifikasi terancam punah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....