Bakamla Evakuasi 30 ABK Tenggelam di Perairan Berakit

  • 20 Mei 2025 16:51 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam : Sebanyak 30 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan setelah kapal mereka, KM Pasifik Memori II, tenggelam di perairan utara Berakit, Kepulauan Riau, Selasa (20/5/2025).

Operasi penyelamatan lintas negara ini dipimpin oleh Bakamla RI dan melibatkan unsur patroli dari KPLP, PSDKP, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), serta Singapore Police Coast Guard (SPCG).

Komandan KN Tanjung Datu-301, Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko, mengatakan keberhasilan penyelamatan ini menunjukkan pentingnya diplomasi maritim, solidaritas, kerja sama dan kecepatan tanggap antar negara. Misi kemanusiaan ini berhasil dilakukan tanpa adanya korban jiwa, termasuk menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi situasi darurat di perairan yang berbatasan langsung dengan negara lain.

“Koordinasi yang baik dan respons cepat menjadi kunci utama dalam penyelamatan nyawa di laut. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga keamanan dan keselamatan,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).

Rudi melanjutkan, sebanyak 14 orang korban dievakuasi ke KN Tanjung Datu-301 dan sisanya ke KN Rantos milik KPLP. Para korban yang berada di atas KN Tanjung Datu-301 langsung menjalani pemeriksaan medis oleh tim kesehatan kapal, lalu dibawa ke Pangkalan KPLP Tanjung Uban untuk penanganan lebih lanjut.

Diketahui, insiden berawal dari laporan VTS Batam pukul 10.41 WIB yang menyebutkan bahwa kapal nelayan KM Pasifik Memori II terbalik di koordinat 01°22.559’ N / 104°36.342’ E. Mendapatkan informasi tersebut, KN Tanjung Datu-301 milik Bakamla RI segera bergerak dari posisinya sejauh 21 mil laut menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi pada pukul 12.30 WIB, tim Bakamla mendapati seluruh 30 ABK telah lebih dulu diselamatkan oleh kapal tanker MV Andros Spirit yang melintas. Evakuasi lanjutan kemudian dilakukan dengan koordinasi intensif antara unsur patroli Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Berdasarkan keterangan Wakil Nakhoda KM Pasifik Memori II, kapal mereka diduga ditabrak dari belakang oleh kapal tanker yang belum teridentifikasi. Tabrakan tersebut menyebabkan kapal terbalik dan seluruh ABK tercebur ke laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....