Inilah Kronologi Bentrokan Warga Rempang dan PT MEG Versi Warga
- 19 Des 2024 07:19 WIB
- Batam
KBRN, Batam : Insiden penyerangan puluhan orang tidak dikenal (OTK) di dua kampung di Pulau Rempang, Kecamatan Galang, menjadi buntut pencabutan spanduk penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City oleh empat pria diduga pekerja PT Makmur Elok Graha (MEG), Selasa (17/12) malam.
Menurut Wadi, warga Kampung Sembulang Hulu, aksi pencabutan spanduk diketahui warga saat berjaga di posko kampung sekitar pukul 21.00 WIB. Para pelaku berusaha melarikan diri hingga ke hutan, disana pelaku berinisial R terjatuh ke jurang dan diamankan warga di posko.
"Ini buntut intimidasi yang sudah berulang kali terjadi. Posko dan spanduk adalah cara kami mempertahankan kampung dari proyek ini. Setiap malam sejak satu tahun belakang ini, warga selalu standby di posko dan melakukan patroli demi keamanan kampung masing-masing. Kejadian subuh tadi, buntut dari tindakan intimidasi orang PT MEG yang mencabut spanduk penolakan warga Sembulang Hulu," ujar Wadi.
Setelah mengamankan pelaku R, petugas Kepolisian dari Polsek Galang, dan personil TNI mendatangi posko Sembulang Hulu guna menjemput R. Namun warga mengajukan beberapa poin perjanjian, yang harus disepakati oleh perusahaan.
Namun, upaya mediasi oleh pihak Kepolisian dan TNI di posko Sembulang Hulu berujung buntu. Sekitar pukul 00.15 WIB, Rabu dinihari, puluhan orang bersenjata tajam menyerang posko menggunakan truk bak terbuka dan motor.
Para penyerang membubarkan warga yang berjaga, menghancurkan posko, dan melukai delapan orang, termasuk anak-anak. Penyerangan meluas ke posko Dapur 3 di Kampung Sei Buluh, dengan kerusakan pada properti warga serta spanduk Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Jenderal Sudirman.
"Motor kami hancur, posko kami juga dihancurkan dan anak-anak ikut jadi korban. Kami lari untuk menyelamatkan diri," katanya.
Korban luka-luka dari pihak warga tercatat enam orang, sementara satu korban dari pihak PT MEG dirawat intensif. Hingga berita ini diturunkan situasi di lokasi cukup aman meskipun beberapa anak setempat mengaku trauma keluar rumah jika dimalam hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....