Empat Sikap Penting Menghadapi Kesalahan
- 14 Jul 2024 09:42 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Sebagai manusia, tentu kita tidak luput dari yang namanya kesalahan baik yang dilakukan secara sengaja ataupun tidak sengaja. Lalu bagaimana sikap menghadapi kesalahan yang telah kita perbuat?
Dalam program Mutiara Pagi bersama RRI Banten, Kepala Sub Bagian TU Kemenag Kota Serang, sekaligus Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Prima Graha Serang, Ustaz Deni Rusli memberikan tausiahnya mengenai sikap yang harus diambil saat menghadapi kesalahan.
Ustaz Deni menyampaikan pentingnya memiliki sikap yang tepat dalam menghadapi kesalahan, baik kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. “Manusia adalah makhluk yang tidak luput dari salah dan dosa. Namun, hal ini bukan alasan untuk terus melakukan kesalahan tanpa penyesalan,” ucapnya.
Dia menyebut, ada empat sikap penting yang harus ditunjukkan ketika kita menyadari bahwa kita telah melakukan kesalahan, diantaranya pertama, mengakui kesalahan dan tidak merasa suci. Menurut Ustad Deni, orang yang bersalah harus mengakui kesalahannya, bahkan jika kesalahan tersebut terjadi karena ketidaktahuan.
“Mengakui kesalahan akan memudahkan seseorang untuk segera bertaubat dan meminta maaf,” ucapnya.
Allah SWT berfirman “Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS. An-Nisa: 17)
Kedua, segera bertaubat dan meminta maaf kepada orang lain. Ustaz Deni menekankan pentingnya taubat untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan. Taubat adalah kembali kepada Allah dan memohon ampun atas segala dosa.
Allah SWT berfirman: “Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110)
Ketiga, tidak menimpakan kesalahan kepada orang lain. Ustaz Deni menyoroti perilaku menyalahkan orang lain sebagai fitnah yang keji. Setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.
“Menuduh orang lain atas kesalahan yang kita lakukan sendiri adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji,” ucapnya.
Keempat, tidak membela orang yang salah. Menurut Ustaz Deni, membela atau melindungi orang yang bersalah akan membuat mereka tidak jera dan mungkin melakukan kesalahan yang sama di masa depan. “Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang yang bersalah harus dihukum sesuai dengan tingkat kesalahannya, tanpa memandang status atau hubungan pribadi,” ucapnya.
Ustaz Deni mengingatkan agar untuk selalu mengakui kesalahan, bertaubat, dan tidak menyalahkan atau membela orang yang bersalah. Dengan demikian, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapatkan rahmat serta ampunan dari Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....