300 Gedung Sekolah di Pandeglang Tidak Layak untuk Kegiatan Belajar

  • 04 Mei 2023 15:28 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: 300an gedung SD dan SMP dari total 1.010 gedung sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, dinyatakan tidak layak untuk digunakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) lantaran dalam kondisi rusak.

Sekretaris Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto membeberkan, dari jumlah sekolah rusak tersebut, paling banyak dialami bangunan Sekolah Dasar. Adapun saat ini jumlah total sekolah yang ada di bawah naungan Dindikpora tercatat sebanyak 1.860 sekolah, yang terdiri atas 850 sekolah PAUD/TK, 860 SD, dan 150 SMP.

Baca juga:

Irna-Tanto Dinilai Gagal Hadirkan Pemerataan Pembangunan di Pandeglang

“Kewenangan kabupaten itu ada PAUD atau Taman Kanak-kanak, SD, dan SMP. Kalau SD ini ada 860 sekolah dan 850 sekolahnya itu sudah negeri jadi swastanya sedikit dan SMP ini ada 115 sekolah negeri dan swastanya sekitar 35 sekolah,” katanya, Kamis (4/5/2023).

Ia mengakui saat ini Kabupaten Pandeglang masih kekurangan anggaran untuk pembangunan fisik. Tahun ini saja, Dindikpora hanya menganggarkan sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan fisik.

“Anggaran tahun ini untuk pembangunan kecil, kalau di sini kurang lebih Rp2 miliar alasannya karena sinkronisasi data, banyak data yang di upload oleh operator tidak sesuai dengan hasil survei dari PUPR yang meneliti tingkat kerusakan dan itu menjadi database yang harus kami unggah ke Dapodik untuk mensinkronkan dengan data tersebut,” ucapnya.

Baca juga:

Hardiknas 2023, Tanto Akui Kualitas Pendidikan di Pandeglang Perlu Peningkatan

Namun Sutoto menegaskan, pihaknya terus lakukan perbaikan data karena Pandeglang masih mengalami keterbatasan untuk penganggaran fisik bangunan sekolah. Ia menargetkan pada tahun 2026 mendatang semua bangunan sekolah dalam kondisi baik.

“Sarana dan prasarana terus kami lakukan perbaikan, sampai saat ini kalau hitungan angka pekerjaan rumah kami sekitar 30 persen lagi ya. Ada ruang-ruang kelas yang boleh dikatakan kurang layak karena khawatir pada saat pembelajaran ini kena angin dan cuaca yang tidak mendukung sehingga bisa menimpa dan siswa menjadi korban,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....