Dindikpora Pandeglang Usulkan Penambahan 20 Sekolah Penggerak

  • 03 Mei 2023 14:31 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang mengaku akan mengusulkan penambahan sebanyak 20 Sekolah Penggerak pada tahun 2024 mendatang. Saat ini tercatat sudah ada 84 Sekolah Penggerak di Pandeglang dari seluruh jenjang.

Sekretaris Dindikpora Pandeglang, Sutoto menuturkan, tahun ini merupakan tahun ketiga kontrak Sekolah Penggerak dengan Kemendikbudristek.

Baca juga:

Gelar Karya Sekolah Penggerak Se-Pandeglang Akan Berlangsung Selasa Pekan Depan

“Ini tahun ketiga kontraknya dengan Kemendikbudristej, mengingat program ini di Banten hanya Pandeglang dan Kota Tangerang. Jadi kami akan mengusulkan masuk diperencanaan di 2024 untuk melanjutkan program ini, jadi ada berkelanjutan,” kata dia, Rabu (3/5/2023).

Sutoto menilai, kehadiran Sekolah Penggerak tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan peserta didik, namun juga dapat mengatasi kesenjangan infrastruktur.

“Tahun depan kami ingin menambah sebanyak 20 sekolah. Harapannya sih merata, tiap kecamatan ada sekolah penggerak. Program ini berdampak baik terhadap siswa dan orang tua siswa juga. Karena melahirkan siswa berprestasi,” ucap Sutoto.

Baca juga:

Al Muktabar Ajak Sekolah Ciptakan Lingkungan Go Green

Adapun perbedaan Sekolah Penggerak dengan sekolah umum lainnya, yakni adanya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Sekolah Penggerak.

Output-nya adalah Pelajar Pancasila, maksudnya kearifan lokal. Semua potensi yang ada di lingkungan sekitar harus diangkat dan menjadi produk siswa siswi,” ujar dia.

Sementara seorang Tim Guru Penggerak dari SMPN 2 Cimanuk, Bai Soirot membeberkan, Sekolah Penggerak memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan bakatnya lebih leluasa.

Baca juga:

Pemkab Pandeglang Rotasi Mutasi 183 Kepala Sekolah

“Mereka juga dibekali jiwa kewirausahaan karena hasil karya mereka dapat diperjualbelikan. Biasanya kami mengundang orang tua untuk membeli hasil karya mereka,” kata Bai.

Di sekolah tempatnya mengajar, siswa dibekali ilmu bercocok tanam yang sudah berjalan selama dua tahun. Hasilnya, mereka sudah berhasil memanen berbagai macam sayur mayur dan tanaman hias.

“Pemilihan sektor pertanian karena disesuaikan dengan kultur Pandeglang yang agraris. Sekaligus menciptakan bibit petani-petani muda,” ucap dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....