Perumdam Tirta Berkah dan Kejari Pandeglang Lanjutkan Kerjasama Penyelesaian Aset
- 11 Jan 2023 12:18 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Perumdam Tirta Berkah Pandeglang melanjutkan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk mengamankan aset perusahaan. Kerjasama lanjutan itu ditanda dengan penandatanganan kedua belah pihak di Aula Kejari Pandeglang, Selasa (10/1/2023).
Direktur Utama Perumdam Tirta Berkah Pandeglang, Euis Yuningsih mengatakan, kerjasama yang dijalin dengan Kejari meliputi sejumlah bidang, diantaranya penagihan piutang pelanggan yang sudah menunggak di atas empat bulan dan pengamanan aset berupa tanah milik perusahaan daerah tersebut.
"Kita ada beberapa aset tanah yang belum atas nama perusahaan, jadi masih AJB, istilahnya PBB nya masih atas nama orang lain. Kami tentunya meminta bantuan hukum kepada Kejaksaan supaya sesuai dengan dasar hukum yang ada," kata Euis.
Dia menyebut, tahun lalu kerjasama tersebut berhasil menyelesaikan 11 bidang tanah milik Perumdam. Tahun ini, 11 objek tanah kembali ditargetkan selesai beralih nama.
"Tahun kemarin baru selesai 11 lokasi, yang sekarang InsyaAllah 11 lagi yang ingin diselesaikan. Dengan dilakukannya Penandatanganan Kesepakatan Bersama (PKS) saya ingin mempercepat penyelesaian aset ini," ungkapnya.
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang Helena Octavianne mengatakan, pihaknya selaku Jaksa Pengacara Negara siap mendampingi Perumdam Tirta Berkah dalam mengamankan aset.
"Intinya kami sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN) siap mendampingi, kemarin di tahun 2022, kami juga membantu mengurus masalah aset tersebut Alhamdulilah sudah ada 11 lokasi yang telah diselesaikan," kata Helena.
Dia menuturkan, penyelesaian itu akan dilakukan secara bertahap melalui pendataan dan verifikasi. Jika masih memungkinkan, tahun depan juga akan akan dilakukan kerjasama serupa.
Selain itu lanjut Helena, pihaknya juga siap memberikan pendampingan hukum, pendapat hukum, pertimbangan hukum dan legal akses kepada Perumdam Tirta Berkah Pandeglang.
"Tahun ini ada 11 lagi, kalau memang yang 11 bisa diselesaikan tahun ini mungkin tahun depan akan nambah lagi. Jadi secara bertahap kita akan melakukan pendataan, di verifikasi permasalahannya kemudian kita selesaikan," ucap dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....