Peringatkan Bahaya 'Brain Rot' pada Anak Usia Dini
- 07 Jun 2025 15:59 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyoroti dampak penggunaan gawai pada anak usia dini. Fajar menjabarkan dampak penggunaan gawai yang berlebihan pada anak usia dini, yakni sebanyak 33,4% anak usia 0–6 tahun telah terbiasa menggunakan gawai.
Bahkan 25 persen di antaranya berada di rentang usia 0–4 tahun. Sementara itu, pada kelompok usia 5–6 tahun, angkanya meningkat hingga 52 persen.
“Kita sedang menghadapi tantangan besar, yakni tsunami digital yang menyerang anak-anak kita sejak usia dini. Pola asuh dan interaksi anak dengan orang tua maupun guru telah banyak dipengaruhi oleh media sosial dan penggunaan gawai," kata Wamendikdasmen, dalam keterangannya, Jumat (6/6/2025).
Baca juga: Daerah Pendopo Lama Diusulkan Jadi Museum Priangan Timur
Hal Ini berisiko menimbulkan gejala brain rot, yaitu menurunnya stimulasi intelektual, emosional, dan sosial akibat paparan digital yang berlebihan. Fajar menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini seharusnya lebih menekankan pada metode belajar konvensional yang mengedepankan interaksi fisik, seperti membaca buku cetak dan bermain secara langsung, guna merangsang kecerdasan anak.
Ia juga mengajak para fasilitator untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat akan pentingnya pengasuhan yang seimbang, serta mendorong implementasi PAUD HI yang berkualitas di daerah.
“Dengan pendampingan aktif dan konsisten, serta kolaborasi lintas sektor, kita berharap dapat mencetak generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” tutup Fajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....