Puluhan Preman Diamankan Polresta Bandung dalam Operasi Manunggal
- 05 Jun 2025 11:05 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung bersama jajaran Polsek dan instansi terkait melaksanakan Operasi Jabar Manunggal Program 3. Fokus utamanya pada pemberantasan praktik premanisme di wilayah hukum Polresta Bandung. Operasi ini dilaksanakan pada Rabu (4/6/2025).
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono melalui Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kompol Aep Suhendi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara TNI, Polri, dan stakeholder lainnya untuk menindak tegas berbagai bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dari tindakan premanisme seperti pemerasan, intimidasi, pungutan liar, dan penguasaan lahan secara ilegal,” ujar Kompol Aep.
Baca juga : Polresta Bandung Gelar Patroli Jam Malam bagi Pelajar
Dalam operasi tersebut, tim gabungan melakukan patroli dan penindakan langsung di sejumlah titik rawan yang kerap menjadi lokasi aktivitas premanisme, seperti penguasaan parkir liar, pungutan tanpa izin, hingga penyediaan jasa keamanan ilegal.
Dari hasil operasi, petugas berhasil mengamankan sebanyak 59 orang pelaku. Rinciannya, 49 orang terlibat dalam penguasaan lahan dan parkir liar, 8 orang melakukan pungutan liar (pungli), 1 orang pelaku kekerasan atau ancaman, dan 1 orang lainnya terlibat dalam pemerasan serta intimidasi.
Kompol Aep menambahkan, tindakan yang diambil terhadap para pelaku disesuaikan dengan tingkat pelanggaran dan unsur pidananya. Beberapa pelaku hanya dilakukan pendataan dan pembinaan, sedangkan yang terbukti melakukan tindak pidana kekerasan atau pemerasan diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.
“Operasi ini bukan semata-mata tindakan penegakan hukum, tetapi juga mengandung unsur edukatif dan preventif. Kami ingin menunjukkan bahwa tidak ada tempat bagi praktik premanisme di tengah masyarakat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....