Kisah Ai Susanti Dedikasikan Hidupnya untuk Anak Yatim

  • 03 Jun 2025 12:57 WIB
  •  Bandung

KBRN, Cimahi : Di tengah sempitnya gang-gang permukiman di kawasan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, tumbuh secercah harapan yang tak pernah padam. Harapan itu hadir dalam sosok Ai Susanti, atau akrab disapa Susan, seorang perempuan muda berusia 23 tahun yang mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak yatim melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Al-Hikmah Kota Cimahi.

Dibesarkan dalam keterbatasan ekonomi dan tanpa kehadiran sosok ayah, Susan tumbuh sebagai pribadi mandiri. Masa kecil yang penuh perjuangan membentuk empati mendalam terhadap orang lain.

“Saya tidak ingin orang lain mengalami kesulitan yang sama seperti saya dulu,” ucapnya.

Berangkat dari pengalaman hidup itu, Susan memilih jalur pengabdian. Ia bergabung dengan LKS Al-Hikmah sejak Februari 2021, bermodalkan tekad dan kepedulian.

Ia sendiri yang mengurus semua keperluan administratif, dari tingkat RT hingga Dinas Sosial. Ia pula yang turun langsung mendatangi anak-anak di lingkungan sekitar, mengajak mereka belajar dan membangun komunitas.

“Awalnya hanya satu dua anak yang datang. Sekarang sudah terdata 143 anak, dengan 45 di antaranya aktif mengikuti kegiatan rutin,” ujar Susan, Senin (2/6/2025).

Baca juga : Daftar Tanggal Merah dan Libur Sekolah Juni 2025

Kegiatan yang digerakkan tidak terbatas pada pembelajaran agama. Anak-anak binaan juga diarahkan untuk mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi. Beberapa di antaranya kini mendapat beasiswa yatim dari Rumah Amal Salman dan bantuan pendidikan dari YAPI Kemensos.

Perjuangan Susan tak luput dari perhatian. Kegiatan sosial yang ia gagas telah melibatkan berbagai pihak, termasuk Penjabat Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, yang hadir dalam beberapa acara bakti sosial yang digelar LKS Al-Hikmah.

Namun, jalan pengabdian yang dipilih Susan tidak selalu mudah. Ia mengaku pernah kecewa ketika upaya audiensi dengan pemerintah kota tidak membuahkan hasil.

Titik balik datang saat ia diundang dalam sebuah forum diskusi. Di sana, ia bertemu langsung dengan Pj Wali Kota dan Ketua DPRD Cimahi, menyampaikan aspirasi dan memperluas jaringan dukungan.

“Capek? Tentu. Kadang sampai lupa mikirin diri sendiri, bahkan sempat tertunda kuliah,” katanya.

Namun kelelahan itu justru menyalakan kembali semangatnya. Dari penghasilan sebagai pembawa acara, duta promosi, hingga pekerja lepas.

ia menabung agar bisa kembali melanjutkan pendidikan tinggi. Kini, ia sedang menjalani kuliah sembari tetap aktif membina anak-anak di LKS.

Meski tak menerima gaji tetap, Susan tetap siaga 24 jam sebagai relawan. Ia mengandalkan bantuan sukarela dari rekan-rekan atau kenalan pribadi.

“Saya ajak teman-teman untuk sama-sama berbagi ke anak-anak. Baik lewat ilmu, makanan, atau sekadar kehadiran,” jelasnya.

Dedikasi Susan menuai apresiasi. Ia meraih sejumlah penghargaan, antara lain Sertifikat Relawan Sosial dari Kementerian Sosial RI periode 2022–2027, Cimahi Military Heritage Ambassador 2025 Batch 2, dan sertifikasi dari BNSP sebagai pemandu wisata.

Saat ini, ia juga dipercaya menjabat sebagai Kepala Divisi Sosial di lembaga yang ia bangun dari nol. Meski belum sepenuhnya mendapat dukungan dari pemerintah, Susan tak berhenti bergerak.

Ia tak mencari pengakuan. Baginya, cukup menjadi alasan seseorang merasa dilihat dan dihargai.

“Saya tahu rasanya hidup dalam kesepian dan kekurangan. Saya ingin hadir sebagai pelukan bagi mereka yang membutuhkan,” kata Susan

Di rumah sederhana yang menjadi pusat aktivitas LKS Al-Hikmah, Susan merawat harapan banyak anak. Dengan prinsip hidup yang ia genggam erat: memberi, meski tak punya banyak.

Di tangan Susan, kemanusiaan menemukan makna yang utuh. Sebab cinta tak selalu hadir dalam bentuk darah dan ikatan.

Kadang, cinta itu hadir dalam wujud keikhlasan seorang relawan yang tak pernah lelah mengulurkan tangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....