Pemkab Sumedang Kuatkan Sosialisasi Antisipasi Sesar Lembang

  • 21 Jun 2025 08:57 WIB
  •  Bandung

KBRN, Sumedang: Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menegaskan, kesiapsiagaan mutlak diperlukan dalam menghadapi bencana. Mitigasi bencana katanya, mutlak perlu dilakukan.

"Pertama berharap itu tidak terjadi, kalau pun itu terjadi harus sudah siap dengan antisipasinya dan memitigasi bencana tersebut," ujarnya, saat memberikan arahan di Rakor Forkopimda Kewaspadaan Dini dalam Mengadapi Potensi Bencana Alam Gempa Bumi Megathrust Sesar Lembang, Jumat (20/6/2025).

Dony mengingatkan, kewajiban aparat sebagai instrumen negara dan instrumen pemerintah menjaga jiwa warganya. "Termasuk melindungi jiwa warganya dari berbagai ancaman, dalam hal ini bencana gempa," ucapnya.

Dikatakannya, cara mengantisipasi terjadinya bencana tersebut ialah dengan menetapkan kebijakan, program dan kegiatan yang bisa memitigasi risiko bencana. "Butuh pengetahuan melalui sosilisasi dan edukasi. Paham akan bencana ini dan bagaimana kita membuat kebijakan, program dan kegiatan untuk mengatasi bencana ini," kata Dony.

Bupati meminta kepada seluruh stakeholder, perlu adanya kolaborasi dan crosscutting program. Semua OPD disatukan untuk menghadapi. Yang penting membangun ekosistem, memadukan dan mensinergikan pentahelix dalam mengantisipasi bencana alam. "Kewajiban sebagai pemimpin (ialah) memobilisasi, mengorkestrasi dalam menghadapi bencana ini," ujarnya.

Menurutnya, langkah penting saat ini ialah mensosialisasikan kepada masyarakat secara masif, bisa melalui video, media sosial maupun yang lainnya. Bupati meminta agar di tempat fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, rumah sakit dan sekolah membuat jalur evakuasi yang jelas apabila ada terjadi bencana.

"Buatkan jaluar evakuasinya yang jelas. Cek jalur evakuasinya bisa dipakai dan alat-alat evakuasi berfungsi dengan baik. Termasuk jalur evakuasi di prmukiman, komplek-komplek dan desa-desa," katanya.

Ketua Tim Bidang Data Pelayanan dan Informasi dari Stasiun BMKG Bandung Virga Librian dalam paparannya menyebutkan, patahan sesar Lembang memanjang dari Barat ke Timur dengan panjang 29 km.

"Sesar Lembang ini mempunyai laju geser 1,95 sampai dengan 14 milimeter per tahun dengan panjang 29 kilometer berpotensi magnitudo maksimumnya 6,5 sampai dengan 7 magnitudo," katanya.

Menurutnya, daerah yang terdampak sangat tinggi dari Sesar Lembang yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Purwakarta, dari 6 sampai 8 MMI. Untuk Sumedang sendiri 5-6 MMI sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Ia merekomendasikan langkah awal mitigasi gempa ialah dengan sosialisasi, jalur evakuasi dan rambu yang memadai. "Edukasi kepada masyarakat dan tingkatkan koordinasi, perlu ada penguatan kapasitas BPBD dan tim siaga bencana untuk beroperasi dan penyusunan SOP kedaruratan, serta gladi evakuasi secara rutin dan memadai," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, BMKG telah memperbanyak sensor Gempa Bumi. "Tahun 2019 kurang dari sepuluh. Sekarang sudah meningkat 33 sensor di seluruh Jawa Barat. Mudah-mudahan akan terus bertambah lagi sehingga dapat mendeteksi lebih kegempaan yang kecil," katanya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....