Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Momentum Menata Kembali Lingkungan
- 03 Jun 2025 20:27 WIB
- Bandung
KBRN, Subang : Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2025, Pemkab Subang bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II, yang bertemakan, "Hentikan Polusi Sampah".
Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2025 tingkat Kabupaten Subang, dilaksanakan di Desa Anggasari Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang, Selasa (3/6/2025).
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, yang akrab di sapa Kang Akur menyampaikan, peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2025, menjadi momentum penting untuk menata kembali lingkungan, sebagai upaya preventif.
Wabup mengingatkan, bahwa sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai secara alami, sehingga perlu dikelola dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
"Efek dari sampah plastik, yang tentu tidak bisa terurai, meski puluhan tahun dikubur dalam tanah, bahkan bisa mencapai ratusan tahun lamanya," jelas Kang Akur.
Ia menyebutkan, bahwa Pemerintah Daerah, tidak dapat mengelola sampah di masyarakat secara mandiri. Diperlukan upaya kolektif yang melibatkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat.
"Tanpa peran aktif dari masyarakat, pemerintah sulit untuk menyelesaikan persoalan sampah di mana saja," tuturnya.
Dia menjelaskan, pola hidup masyarakat harus diubah sebagai solusi fundamental, dalam mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Subang.
"Yang kita ingin selesaikan, bukan hanya sekedar sampahnya, tapi perilaku masyarakat terhadap sampah ini, sulit kita ubah. Maka pola hidup yang harus kita ubah,” tegas Kang Akur.
Lebih lanjut Kang Akur mengatakan, pada momentum peringatan ini, akan dilakukan normalisasi sungai, serta penertiban bangunan liar, guna mendorong tumbuhnya kepedulian masyarakat, terhadap lingkungan dan mewujudkan Subang yang lebih baik.
Baca juga: Pemkab Subang Kampanyekan Hentikan Polusi Plastik
"Subang memang siap berkembang, maju dan mengejar ketertinggalan," ungkapnya.
Saat ditemui ketika terlibat dalam pembenahan bangunan liar di area bantaran sungai, yang menghubungkan Desa Sukasari dan Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kang Akur menegaskan, bahwa kegiatan ini, merupakan bentuk kolaborasi, demi menciptakan aliran sungai yang kondusif.
"Nah kebetulan di sini, ternyata banyak Bangli-Bangli (Bangunan liar), yang memang mengganggu jalannya lalu lintas, dan juga mengganggu aliran sungai,"ucap Kang Akur.
Kemudian Kang Akur, yang didampingi Asda II, dan Kepala Dinas Kesehatan, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, serta masyarakat yang sukarela menerima pembenahan ini.
Baca juga: Tiga Sapi 'Jumbo' Pesanan Presiden Prabowo Didstribusikan Kamis
"Hari ini ada normalisasi, dibantu oleh PJt II dan juga BBWS, serta bangunan-bangunan ini dengan sukarela di tertibkan," imbuhnya.
Di sisi lain, salah satu warga Wahyu, menerima dengan lapang dada, dan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, atas komitmen dan itikad baik, dalam upaya pelestarian lingkungan di Kecamatan Sukasari.
“Terimakasih bupati, Ridha, In Syaa Allah" ujar Wahyu singkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....