Farhan: Pemeriksaan Hewan Kurban Dilakukan Intensif
- 03 Jun 2025 11:01 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Wali Kota Muhammad Farhan memastikan bahwa pemeriksaan terhadap hewan kurban di Kota Bandung telah dilakukan secara intensif. Pemeriksaan ini dilakukan guna menjamin kesehatan hewan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak berkurban.
"Ini salah satu bentuk upaya Pemerintah Kota Bandung untuk memastikan bahwa hewan kurban yang masuk ke Bandung telah melewati proses skrining kesehatan. Pemeriksaan ini dikenal dengan istilah antemortem, yaitu proses memastikan hewan dalam kondisi sehat sebelum disembelih," ujar Wali Kota Farhan usai melakukan monitoring pemeriksaan antemortem di Pussenkav, Jalan Salak, Turangga, Kota Bandung, Selasa (3/6/2025).
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan ini karena satu saja hewan yang terdeteksi mengidap penyakit menular bisa berdampak pada seluruh populasi hewan kurban lainnya. “Daripada menunggu ada kasus, lebih baik kita cegah sejak awal. Pemeriksaan dilakukan sejak hewan tiba di lokasi penampungan,” ucapnya.
Baca juga :Benarkah Daging Kambing Picu Hipertensi? Ini Kata Dokter
Pemeriksaan dilakukan di berbagai titik, termasuk di Kompleks Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav), yang juga menjadi lokasi penitipan dan penjualan hewan kurban. Teknologi digital digunakan dalam proses ini untuk mendeteksi kondisi kesehatan hewan.
“Tahun ini, dari segi kualitas, hewan-hewan kurban yang masuk ke Bandung lebih baik dibanding tahun lalu. Jumlahnya kurang lebih sama, sekitar 10 ribu ekor saat ini. Tahun lalu hingga hari tasyrik mencapai 16 ribu. Masih ada waktu beberapa hari ke depan hingga puncak Idul Adha dan hari tasyrik, jadi jumlahnya masih bisa bertambah,” katanya.
Farhan juga menyebutkan bahwa sebagian besar hewan kurban yang masuk merupakan domba jenis Garut, yang dipasok dari berbagai wilayah di sekitar Kota Bandung, termasuk dari masyarakat sekitar Pussenkav yang memang biasa membiakkan domba.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menambahkan bahwa hewan yang lulus pemeriksaan akan diberi kalung sehat yang terhubung langsung ke aplikasi eSelamat.
“Kalung ini memuat informasi identitas hewan, termasuk foto, sehingga tidak bisa dipertukarkan. Ini menjamin keamanan dan kepercayaan masyarakat,” ucapnya.
Sedangkan, salah satu penjual hewan kurban, Rian, mengatakan bahwa penjualan tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya ramai di akhir, tapi dari kemarin sudah mulai ramai pembeli. Alhamdulillah, semoga terus meningkat,” ungkapnya.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....