Jembatan Sanggawale, Perjalanan ITB Mendukung Pembangunan Masyarakat Lokal
- 02 Okt 2024 19:40 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Sulitnya akses menuju Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta masih menjadi isu yang mendesak dan membutuhkan solusi. Guna mengatasi permasalahan tersebut, Kelompok 17 Kuliah Kerja Nyata Karsa Desa (KKN-D) ITB memprakarsai pembangunan jembatan penyeberangan di wilayah itu. Jembatan yang dibangun memiliki panjang total 13 meter, lebar 3,8 meter, dan bentang totalnya mencapai 5 meter.
Material untuk urugan pembuatan jembatan itu harus didatangkan dari luar desa. Lokasi pembangunan yang cukup sulit dan sempit menyebabkan terhambatnya proses pengangkutan material. Meskipun menemui beberapa kendala, pembangunan jembatan tersebut berhasil rampung dalam kurun waktu 1,5 bulan. Penggalian pertamanya diawali sejak 27 Juli 2024 dan pengerjaan terakhir untuk coran plat injak selesai pada 4 September 2024 kemarin.
Jembatan yang dibangun bersama masyarakat Desa Parungbanteng itu diberi nama Sanggawale. Ketua Kelompok 17, Samuel Ferris (Teknik Sipil, 2022) menyatakan Sanggawale merupakan gabungan kata dari Sanggabuana, Wangun, dan Cibule.
"Sanggabuana bermakna penahan bumi karena struktur jembatan kami banyak memanfaatkan DPT. Harapannya, jembatan ini dapat tangguh berdiri hingga akhir hayat bumi. Sedangkan Wangun dan Cibule adalah nama kampung yang dihubungkan oleh jembatan Sanggawale. Salah satu warga juga menuturkan, aspek sanggabuana menjelaskan bahwa jembatan ini berada di lereng Gunung Sanggabuana," jelas, Samuel, Rabu (2/10/2024).
Selain pembangunan jembatan, mereka juga mengadakan perlombaan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan Indonesia, penyuluhan terkait pembangunan dan pemeliharaan jembatan ke depannya, dan kunjungan ke SDN 02 Parungbanteng untuk sosialisasi program dan menggambar bersama. “Program pendukung kami ini menggandeng kelompok KKN dari tema lainnya yang berada di Dusun 1,” imbuh Ahmad Furqon (Rekayasa Kehutanan, 2022).
Mereka menargetkan agar keberadaan jembatan ini dapat mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari. Keberadaan Jembatan Sanggawale menandai perjalanan panjang ITB dalam mendukung pembangunan masyarakat lokal yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....