Dampak Internet Terhadap Perkembangan Pendidikan Anak

  • 22 Jul 2024 20:09 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN,Banda Aceh : Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2024, RRI Banda Aceh melalui programa 1 menghadirkan dialog interaktif dengan tema "Anak Cerdas Berinternet Sehat, Senin (22/7/2024). Pada dialog ini RRI menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, turut menghadirkan narasumber ahli di bidang IT dan pendidikan.

Dialog ini bertujuan untuk membahas kondisi anak-anak Aceh di era digital, tantangan dan peluang dalam memanfaatkan internet secara sehat, serta peran berbagai pihak dalam mewujudkan generasi cerdas dan berkarakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Mengawali dialog Banda Aceh Pagi ini, Chairil Amri, S.Sos, MM, Penyuluh Sosial Ahli Muda/Plh Kabid PHA DP3A Aceh, memberikan gambaran tentang kondisi anak-anak Aceh saat ini.

Chairil Amrimenyampaikan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam berbagai aspek, masih terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi anak-anak, seperti kemiskinan, akses pendidikan yang belum merata, dan kurangnya edukasi tentang literasi digital.

Sementara T. Fahriyal, S.Sos, M.M, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, menjelaskan tentang kebutuhan fasilitas IT di lingkungan sekolah untuk mendukung perkembangan IT. Beliau menekankan pentingnya infrastruktur jaringan yang memadai, perangkat komputer yang mumpuni, dan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Selain itu, Fahriyal juga menyampaikan kebijakan Dinas Pendidikan Aceh dalam mengintegrasikan penggunaan internet yang sehat dalam kurikulum pendidikan, dengan tujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berinternet secara bertanggung jawab dan aman.

Sementara itu pemerhati pendidikan ,Esti Wulansari mengatakan tentang dampak positif dan negatif internet terhadap perkembangan pendidikan anak-anak di Aceh. Beliau menuturkan bahwa internet dapat menjadi sumber informasi dan media belajar yang sangat bermanfaat, namun juga dapat membawa dampak negatif seperti cyberbullying, konten pornografi, dan kecanduan internet. Esti Wulansari atau yang biasa dikenal sebagai Bunda Esti ini menjelaskan tanda-tanda anak yang mungkin sudah kecanduan internet, seperti menghabiskan waktu yang berlebihan di internet, mengabaikan aktivitas lain, dan menunjukkan perubahan perilaku yang negatif. Beliau juga memberikan tips untuk mengatasi kecanduan internet, seperti membatasi waktu penggunaan internet, menyediakan aktivitas alternatif yang positif, dan membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.

Chairil Amri kembali menjelaskan tentang berbagai bentuk ancaman dan resiko yang paling sering dihadapi anak-anak saat berinternet, seperti cyberbullying, penipuan online, dan konten pornografi. Beliau menekankan peran orang tua dalam melindungi anak-anak mereka dari konten negatif di internet dengan cara melakukan edukasi tentang internet yang sehat, menerapkan kontrol orang tua pada perangkat elektronik, dan memantau aktivitas online anak.

Masih di kesempatan yang sama, Fahriyal menjelaskan tentang dukungan pemerintah terhadap kemajuan IT di sekolah, termasuk penyediaan sarana internet. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan akses internet di sekolah-sekolah, seperti melalui program penyediaan hotspot internet di sekolah-sekolah. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pendidikan berbasis IT, seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur yang belum merata, dan kesenjangan digital antar wilayah.

Menutup Banda Aceh pagi ini, bunda Esti menuturkan beberapa hal yang bisa dilakukan agar keberadaan internet mendukung proses kecerdasan anak. Beliau menyarankan agar orang tua dan guru mengarahkan anak untuk menggunakan internet untuk mencari informasi edukatif, mengikuti pembelajaran online, dan mengembangkan minat dan bakat mereka. Bunda esti juga menyampaikan bahwa dari pengamatannya, jangkauan internet di lingkungan pendidikan di Aceh masih belum memadai, terutama di daerah-daerah terpencil. Beliau mendorong pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan akses internet di sekolah-sekolah agar semua anak di Aceh dapat memperoleh manfaat dari teknologi informasi dan komunikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....