Musik Keroncong dan Opor Ayam Meriahkan Halal Bihalal WNI Suriname
- 04 Apr 2025 05:10 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Idul Fitri dirayakan umat muslim diberbagai negara dengan tradisi berbeda. Seperti Warga Negara Indonesia (WNI) di Suriname, merayakan Idul Fitri dengan menghadirkan musik keroncong dan dangdut dengan menu Idul Fitri yakni opor ayam dan ketupat.
Suriname termasuk salah satu negara di dunia yang berpenduduk sedikit dan terdiri dari kurang lebih 1 juta jiwa.
Namun, jumlah WNI yang menetap di Suriname cukup banyak, sekitar 725 orang. Oleh karena itu, dalam rangka pembinaan masyarakat KBRI Paramaribo menggelar kegiatan Shalat Idul Fitri dan halal bihalal.
“Dengan adanya Halal bihalal ini, WNI yang merantau dapat merasakan kebersamaan. Khususnya pada hari raya Idul Fitri yang sarat makna kekeluargaan. Acara halal bihalal ini selalu ditunggu-tunggu oleh WNI, sebab itu KBRI perlu hadir untuk WNI”, Tutur Sadikin, KUAI Kepala Perwakilan KBRI Paramaribo pada shalat Ied dan Halal bihalal di Van Brussellaan, Paramaribo, dalam rilis yang diterima RRI beberapa saat lalu.
Sejalan dengan tujuan halal bihalal, tema khutbah tahun ini yaitu Merayakan Kemenangan Dengan Keikhlasan dan Kebersamaan. Sadikin menghimbau kepada para jamaah untuk senantiasa merefleksikan makna keikhlasan, kebersamaan, dan pengampunan yang terkandung dalam momen perayaan Idul Fitri.
Untuk menghibur tamu undangan, KBRI Paramaribo menghadirkan grup musik keroncong beken di Suriname, yaitu Keroncong Irama Bestari. Selain keroncong, juga telah digelar peragaan busana muslim serta hiburan lagu-lagu bernuansa Islami dan dangdut. Hadir mantan Menteri Dalam Negeri Suriname, Bronto Somohardjo, sangat terkesan dengan pengelolaan acara yang berjalan tertib dan terasa akrab. Evert Karto, anggota DPR Suriname – keturunan Jawa Suriname, juga menyukai suasana halal-bihalal ala Indonesia, “Saya merasa seperti bukan di Suriname”, ungkapnya.

Opor ayam menjadi menu untuk mengobati rasa rindu akan tanah air (Foto Sumber)
Hidup merantau di negeri orang membuat kita rindu akan tanah air. Begitu pula yang dirasakan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) di Suriname. Masa kontrak kerja dan tingginya harga tiket pesawat termasuk pertimbangan utama yang membuat WNI di Suriname tidak bisa mudik ke kampung halamannya di Indonesia.
Ketupat dan Opor Ayam merupakan salah satu makanan khas perayaan hari raya di Indonesia. Demi mengobati rasa kangen terhadap Opor Ayam, WNI di Suriname berbondong-bondong menghadiri undangan Halal Bihalal Hari raya Idul Fitri di KBRI Paramaribo.
Selain Opor Ayam, para tamu juga dapat menyantap hidangan khas Indonesia lainnya seperti Ayam Goreng lalapan Sunda, Bakso, Bakmi Goreng, Es Teler, Pastel dan Kue Dadar Gulung, Nastar, Kastangel, keripik pisang dan kacang goreng. Terdapat lebih dari 400 tamu yang hadir.
Sebagian besar adalah WNI yang telah lama menetap di Suriname. Acara halal bihalal ini juga dirancang untuk mempererat hubungan people to people antara WNI dengan warga negara Suriname yang tergolong sebagai diaspora Indonesia dan Friends of Indonesia.
Pada perhelatan Halal bihalal tahun ini, KBRI Paramaribo kedatangan tamu delegasi salah satu perusahan Indonesia yang bermitra dengan N.V. Soeng Gie & Co Suriname. Tidak sekedar hadir namun juga memberikan bingkisan sebagai buah tangan kepada para tamu yang hadir. Kunjungan produsen produk Indonesia ke Suriname ini telah menujukkan adanya hubungan dagang yang baik antara Indonesia dan Suriname.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....