• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

UKWMS Ajak Pustakawan Kembangkan Repository Institusi Perguruan Tinggi

12 December
20:43 2017
2 Votes (3.5)

KBRN, Surabaya : Dunia pendidikan tinggi sebagai wahana untuk mendidik dan mengembangkan potensi diri telah berkembang sedemikian rupa menuju istilah cyber campus. Sebuah fenomena yang hadir sebagai hasil dari kemajuan teknologi. 

Perpustakaan sebagai salah satu bagian unit penunjang lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam hal pengelolaan informasi. Perkembangan teknologi informasi yang terjadi, juga membentuk paradigma baru dalam dunia perpustakaan dan kepustakawanan.

Sebagai dampak dari kemajuan teknologi dan generasi digital yang memiliki karakteristik khusus dalam cara belajar, mencari serta mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Sebagai penyedia layanan, perpustakaan dituntut untuk memiliki wadah khusus yang dapat digunakan untuk mempermudah proses pencarian informasi dengan tepat, cepat, lengkap dan aktual. 

Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan melakukan preservasi terhadap konten intelektual lokal yang dihasilkan oleh sivitas akademika atau yang disebut sebagai repositori institusi. 

Repositori institusi selain berfungsi sebagai penyimpanan dan pelestarian juga digunakan untuk keperluan Pengajuan Angka Kredit dosen (PAK) sesuai dengan Surat Edaran DIKTI No. 1864/E4/2015 tanggal 15 Oktober 2015 perihal PAK Dosen.

Perlu upaya untuk mengetahui pengembangan dan pengelolaan repositori institusi sebagai salah satu pilihan untuk meningkatkan layanan yang ada di perpustakaan. 

Hal ini mengingat belum semua institusi memiliki dan memahami serta manfaatkan hadirnya repositori institusi, khususnya perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur. 

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Jawa Timur (FPPTI Jatim) sebagai forum komunikasi perpustakaan negeri dan swasta di Jawa Timur, berinisiatif mengadakan program pengenalan dan pendalaman materi tentang repositori institusi kepada pustakawan khususnya dan universitas pada  umumnya sebagai jawaban atas tantangan tersebut.

Lokakarya ini merupakan kerjasama FPPTI Jatim dengan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur serta Perpustakaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). 

Vincentius Widya Iswara dari UKWMS menyampaikan, tujuan kegiatan ini bukan sekedar memberikan informasi kepada perpustakaan dan pengelola mengenai fungsi dan manfaat penerapan repository institusi.

"Tetapi untuk mempersiapkan pengelola perpustakaan agar menjadi pengelola repositori institusi di institusinya masing-masing dan mempromosikan institusi induk dengan pemeringkatan internasional melalui kontribusi perpustakaan dalam pemeringkatan Webometrics Repository," jelasnya, Selasa (12/12/2017). 

Lokakarya kali ini dihadiri oleh para pustakawan dan/atau pengelola teknis perpustakaan serta tim teknologi informasi perguruan tinggi  (PTN/PTS) di Jawa Timur khususnya di lingkungan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur yang akan atau sedang mengembangkan Repositori Institusi. 

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Koordinator Kopertis VII Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA., Amirul Ulum, S.Sos., M.IP., selaku Ketua FPPTI, Vincentius Widya Iswara, SS., M.A. sebagai pemateri dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dan Agung Prasetyo Wibowo, AP. dari Institut Bisnis dan Informatika STIKOM Surabaya. 

Suprapto sebagai pemateri pertama menyampaikan materi Kesinambungan Repositori Institusi dalam Mendukung Kinerja Perguruan Tinggi. Mengapa harus repository? karena adanya perubahan dalam publikasi dari yang berbasis kertas menjadi format dijital yang pesat pertumbuhannya. 

"Dan hal ini lebih menguntungkan karena dapat diakses secara terbuka, akses tak terbatas dan dapat diakses dari jarak jauh tanpa harus hadir ke perpustakaan," papar Suprapto.

Repository institusi juga memiliki manfaat tersendiri diantaranya, meningkatkan sitasi karya ilmiah, menyediakan informasi untuk mendorong kolaborasi riset, memperlihatkan kontribusi institusi dalam pengembangan ilmu, termasuk menghindari duplikasi riset dan plagiarism, dan banyak hal lainnya. 

Namun, untuk mengembangkan repository dibutuhkan dukungan dan kebijakan institusi, keterlibatan berbagai komponen institusi, kesepakatan antar komponen hingga teknologi yang dapat terus dikembangkan.

"Sehingga silahkan apabila masih ada institusi yang kesulitan membangun repository, disampaikan kepada kami (Kopertis Wilayah) maka akan kami sampaikan kepada para pimpinan agar repository dapat direalisasikan," ujarnya. 

Menurut Suprapto, repository institusi itu sudah ibarat air bagi manusia, apabila tidak ada air manusia bisa mati. 

Usai materi pertama, dilanjutkan materi kedua oleh Amirul Ulum mengenai Pengembangan Repository: Strategi dan Kebijakan Publikasi Karya Ilmiah Perguruan Tinggi. 

Senada dengan Suprapto, Amirul menyampaikan bahwa repository institusi memiliki banyak sekali manfaat baik bagi institusi perguruan tinggi dan mahasiswa. Tetapi ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan seperti organisasi yang mendukung keberlangsungan, sesuai dengan konvensi, standar akses dan keamanan, hingga tanggung jawab kepada pihak yang menyimpan. 

Persyaratan- persyaratan tersebut terbukti dapat dipenuhi, tercatat di tahun 2017 total ada 4.578 repository Institusi Perguruan Tinggi di Indonesia, dari total sebelumnya 4.489 repository. 

Memungkasi materi, Amirul menyarankan, sebaiknya ada orang teknologi informasi (IT) di perpus itu sendiri, karena pengembangannya akan sangat besar sekali, jadi ada pembagian untuk hal teknis dikendalikan dari IT sedangkan pengelolaan tetap dari pustakawan. (Anik) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00