• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kesaksian Dua Nelayan Sebelum KM Mega Top III Hilang Kontak

14 January
01:50 2018
0 Votes (0)

KBRN, Sibolga : Dua orang nelayan asal Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) memberikan kesaksian sebelum KM Mega Top III yang berisikan 29 orang ABK diketahui hilang kontak pada 2 Januari 2018.

Kesaksian dua ABK KM Hot Martua II bernama Rahmat Hidayat warga Sarudik Tapanuli Tengah dan Jamaluddin warga Kota Sibolga disampaikan, pada saat rapat koordinasi lintas instansi di Aula Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Sabtu (13/1/2018).

Menurut Rahmat Hidayat, kapal kecil yang ditumpanginya berlayar menuju salah satu tuasan (perangsang ikan) dan kemudian menghampiri kapal KM Mega Top III yang kebetulan sedang berlabuh di salah satu tuasan disebelah barat laut Lahewa, Gunung Sitoli.

"Saat sedang melintas sambil memancing ikan, kami dipanggil sama nahkoda KM Mega Top III, katanya kontek atau radio mereka rusak. Kami pun merapat dan mengikat kapal kami dibelakang KM Mega Top III. Nakhoda kami pun yaitu Indahrus naik ke kapal itu untuk membantu memperbaiki radio yang rusak,” jelasnya.

Saat itu lanjut Rahmat, angin kencang antara 32-33 knot per jam pun datang, sehingga kapal KM Mega Top III membuang parasut untuk menstabilkan kapal, karena gelombang laut saat itu menurut Rahmat, tidaklah seperti biasanya hingga mencapai 6-7 meter.

Hal itupun diakui Jamaluddin warga Kota Sibolga rekan kerja Rahmat Hidayat. Menurut Jamaluddin, saat cuaca buruk dirinya dan Rahmat yang ditinggalkan oleh nakhoda kapal sedang tertidur pulas, akibat kelamaan menunggu nakhoda yang sedang menolong ABK KM Mega Top III.

"Memang angin sangat kencang sekali, gelombang laut sampai 7 meter, aku dan rahmat tidak peduli hal itu. Kami berdua tertidur karena nakhoda kami ada di kapal KM Mega Top III. Paginya kami bangun tidur pukul 05.00 WIB. Kami lihat kapal Mega Top III tidak ada lagi, tali yang diikatkan kapal sudah putus,” kata Jamal.

Melihat kejadian itu, Jamal dan Rahmat mencoba untuk mencari KM Mega Top III, sebab nakhoda mereka masih berada di kapal tersebut, namun usaha yang dilakukan Jamal dan Rahmat tergolong sia-sia.

“Karena kami lihat gak ada lagi kelihatan kapal itu, kami hidupkan mesin lalu mencari kapal itu keliling tapi nggak kelihatan. Informasi itu pun kami sampaikan melalui radio untuk meminta bantuan kepada kapal lainnya, tapi hasilnya sama, makanya aku dan Rahmat memutuskan untuk pulang ke Sibolga,” ucap Jamal.

Rapat koordinasi lintas instansi tentang hilangnya kontak KM Mega Top III juga dihadiri wakil Ketua DPRD Sibolga, wakil Ketua DPRD Tapteng, Lanal Sibolga, Pol Air Bamarkam, Kepala PPN Sibolga, Kapten Kapal KN SAR Nakula 230, Humas UD Sinar Mas, PSDKP Sibolga, dan unsur TNI/Polri. (Muafdan)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00