• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Inspektorat Kubar Buka Wadah Konsultasi dan Pengaduan bagi SKPD dan Masyarakat

2 December
22:53 2019
3 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Inspektorat Kabupaten Kutai Barat (Kubar) membuka Wadah yang diberi nama “KITA APIK” atau Klinik Terpadu (KITA) Akuntabel, Profesional, Integritas dan Kompeten (APIK). Merupakan tempat Konsultasi dan Pengaduan bagi Satuan Kerja Prangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintahan dan Masyarakat umum.

Penggagas wadah tersebut yang juga sebagai Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah I Inspektorat Kubar Gamas Laden dalam dialog Interaktif bersama RRI Sendawar, Senin (2/12/2019) menjelaskan, sesuai namanya wadah ini menjadi sebuah harapan agar terwujudnya Pemerintahan yang bersih, rapi, tertib dan teratur menuju hari esok yang lebih baik dari pada hari ini.

Dengan harapan para pejabat, baik dilingkungan Pemerintah Kabupaten maupun aparat Kampung/Desa dapat pro-aktif memenfaatkan klinik tersebut dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab khususnya terkait dengan pengelolaan keuangan agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

“Kita melaksanakan tugas Pemerintah ini agak ngeri-ngeri sedap. Ibarat tentara yang berjalan dimedan perang, dia melewati jalan yang penuh ranjau, bila beruntung tidak terinjak, bila sial terima akibatnya. Jadi selama ini kebanyak temuan yang ada itu adalah karena ketidak tahuan, bisa jadi karena belum tahu atau tidak mau tahu, pokoknya sikat aja, laksanakan dan akhirnya jadi malsah,”jelasnya

“Nah dengan adanya klinik konsultasi ini diharapkan bagi pejabat atau pelaksana kegiatan untuk mencari tahu aturan-aturan yang terkait dengan tugas yang mereka lakukan. Jadi klinik ini tidak akan berarti jika tidak ada peran aktif dari yang bersangkutan, ya semoga SKPD dan masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan pemerintahan bisa memenfaatkan ini segingga kita sama-sama bisa membawa perubahan yang lebih baik,”harapnya

Meski tidak menyebutkan angka, Gamas menegaskan klinik ini dibuka dengan alasan yang pertama atas dasar banyaknya temuan-temuan terkait penyalahgunaan keuangan sesuai catatan dalam arsip Inspektorat Kubar.

Kemudian menyediakan tempat pengaduan dan menerima informasi dari masyarakat yang terpadu dalam suatu wadah, sehingga bisa fokus dalam menangani setiap permasalahan yang timbul kedepannya.

“Betul, meskipun saya baru bekerja disini, tapi saya melihat banyak laporan yang ada dalam arsip kami itu masalah temuan-temuan, itu pertama. Kedua klinik ini kita buka untuk melokalisir suatu wadah untuk berkonsultasi, karena selama ini yang datang berkonsultasi itu sifatnya sporadis, maksudnya begitu datang kemudian lapor, langsung hilang entah ke-lantai dua, entah kemana. Jadi kayaknya tidak teratur, jadi melalui wadah ini dia terpadu, ya disitu aja baik yang mau berkonsultasi ataupun melakukan pengaduan,”tegasnya

Gamas menambahkan, wadah konsultasi dan pengaduan, dipusatkan di Kantor Inspektorat Kabupaten Kutai Barat area perkantoran Pemerintahan dan akan di launching pada tanggal 6 Desember 2019 mendatang.

Untuk itu, SKPD dan Masyarakat diminta agar memenfaatkan wadah tersebut dengan baik sebagaimana fungsinya dan khusus bagi masyarakat yang melakukan pengaduan terkait adanya indikasi penyalahgunaan anggaran baik di pemerintahan Kabupaten maupun Kampung akan dijamin kerahasiaan identitasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00