• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Iptek

Ribuan Guru di Kutai Barat Masih Berijazah SMA dan Paket C

15 November
23:08 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sendawar : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur Silpanus Ngampun menyebut, lebih dari seribu orang guru di wilayah setempat masih berijazah Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan ada guru yang mengantongi ijazah Paket C atau setara SMA.

“Banyka guru yang belum memenuhi standar undang-undang. Masih ada seribu lebih guru kita yang berpendidikan SMA bahkan ada yang paket C. Kemudian ada juga yang belum memiliki sertifikat guru,” ujar Silpanus Ngampun di Sendawar, Jumad (15/11/2019).

Guru berijazah SMA dan paket C itu mayoritas guru honor yang mengajar di 200 lebih sekolah, mulai tingkat kanak-kanak sampai SMP. Kemudian ada sebagian yang bertugas di bidang administrasi.

Tidak hanya itu, menurut Silpanus ada juga ribuan guru berijazah sarjana baik yang sudah Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) namun belum ikut sertifikasi.

“Karena saya prihatin dari sekian guru yang ikut seleksi akademik hanya sedikit yang lulus. Tahun lalu hanya sekitar 135 yang lulus, kemudian tahun ini ikut PPG. Tapi dari yang ikut seleksi PPG itu masih ada sebagian tidak lulus dan ikut ujian berulang-ulang. Makanya saya kira ini perlu perhatian dan dukungan PGRI,” pinta Silpanus saat membuka kegiatan konferensi kerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kabupaten Kubar, di Hotel Sidodadi kelurahan Simpang Raya kecamatan Barong Tongkok,Kubar.

Meski demikian pemda Kubar setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk bantuan beasiswa bagi guru-guru terutama bagi yang masih berijazah SMA.

Sementara untuk meningkatkan kompetensi guru khususnya guru PNS, dia menyarankan untuk melakukan diklat mandiri. Sebab anggaran Disdikbud juga terbatas.

“Kalau menunggu dinas pendidikan yang mengadakan diklat dalam setahun hanya berapa kali. Karena keterbatasan anggaran. Sehingga banyak guru terutama guru yang mengajar bukan mata pelajaran ujian nasional sering dianaktirikan. Karena dari pusat (Kemendikbud) biasanya yang diundang guru Fisika, Matematika atau Bahasa Inggris. Tapi guru-guru yang lain jarang dapat undangan. Makanya ada guru yang puluhan tahun tidak pernah naik pangkat,” bebernya.

“Kedepan saya sarankan guru yang sudah bersertifikat, sisihkan antara 5-10 persen untuk pengembangan profesi, ikut latihan secara mandiri. Saya akan mengundang narasumber yang bagus dari luar atau orang PGRI laksanakan diklat di sini tapi bayar sendiri. Kalau menunggu dinas lambat,” kata mantan guru yang mengjar sejak 1984-2002 tersebut.

Sementara anggaran pendidikan menurut mantan pejabat dinas pariwisata Kubar itu mayoritas dihabiskan untuk gaji dan tunjangan guru. Sehingga kegiatan lain banyak terbengkalai.

“Dinas pendidikan itu dapat anggaran nomor dua setelah PUPR. Ratusan miliar tetapi lebih dari Rp 100 miliar itu untuk belanja pegawai. Apalagi sekarang gaji guru SD masuk ke disdikbud. Itu sebabnya mengapa kegiatan seperti pelatihan, perbaikan gedung dan sarana prasarana lambat sekali karena uangnya terkuras untuk belanja pegawai,” rincinya.

“Anggaran pendidikan yang bilang 20 persen itu juga sebagian ke dinas lain. Kita hanya sekitar 15 persen. Makanya saya harap PGRI memberikan pencerahan ke guru-guru kita,” tutup mantan pejabat setda Kubar itu.

Sebagai informasi data pokok pendidikan dasar dan menengah (dapodik) kemendikbud menyebut, jumlah guru PNS di Kutai Barat pada semester 2019/2020 tercatat sebanyak 3.507 orang. Terdiri dari 1.327 guru laki-laki dan 2.180 guru perempuan yang tersebar di 16 Kecamatan.

Dengan rincian guru SD 2.101 orang, SMP 1.402 orang, SMA 341 orang dan SMK 253 orang. Jumlah sekolah sebanyak 302 buah mulai dari SD sampai SMA baik swasta maupun negeri.

Kemudian guru PTT sebanyak 2.412 orang sehingga jumlah total guru di Kubar mencapai 5.919 orang. Ini belum termasuk guru honorer serta guru PAUD/TK.

Apapun ijazahnya, dedikasi sang pahlawan tanpa tanda jasa ini patut diapresiasi dan dihargai. Mengingat tak jarang mereka merelakan waktu demi masa depan putra putri bangsa. Bahkan ada yang digaji seadanya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00