• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Iptek

Kadis Pendidikan Kubar: Stop Kriminalisasi Guru

15 November
22:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sendawar : Perlindungan hukum terhadap guru dinilai masih rendah. Bahkan guru rentan dikriminalisasi atas tindakannya mendisiplinkan murid.

“Akhir-akhir ini banyak berita yang menceritakan tentang guru yang diadili di pengadilan dan dijatuhi hukuman. Ada guru yang disakiti, bahkan dibunuh, nah ini saya mohon perhatian bagimana perlindungan profesi guru,” ungkap kepala dinas Pendididkan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Silpanus Ngampun saat membuka kegiatan konferensi kerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kabupaten Kubar masa bhakti ke XXI, di Hotel Sidodadi kelurahan Simpang Raya kecamatan Barong Tongkok Jumad (15/11/2019).

Silpanus mengaku peristiwa kriminalisasi yang kerap didapat guru harusnya mendapat bantuan hukum dari organisasinya seperti PGRI.

“Ini saya kira penting dan menjadi perhatian PGRI. Karena bukan tidak mungkin ini akan terjadi di daerah kita. Nah bagimana bantuan hukum dari PGRI ini terhadap guru-guru kita yang berusaha mengajar anak didik tetapi tidak serta merta dihargai oleh masyarakat,” katanya.

Ironinya lanjut Silpanus, banyak guru mendapat perlakukan tak manusiawi justru datang dari kelompok masyarakat yang berhubungan langsung dengan sekolah. Sehingga dirinya meminta stop kriminalisasi terhadap abdi negara yang kerap disebut pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

“Mungkin maksudnya mendisplinkan, tapi oleh pihak tertentu ini dianggap kriminal. Jadi gurunya dikriminalisasi,” tegasnya.

Meski begitu Silpanus yang juga pernah menjadi guru sejak tahun 1984-2002 itu menilai tidak benar ada peristiwa kekerasan dalam lingkungan pendidikan.

“Memang kita tidak menyetujui tindakan kekerasan di sekolah. Tetapi kalau hukuman itu sifatnya mendidik dalam batas tertentu saya kira ini wajib di lindungi. Nah ini salah satu peran dari PGRI,” ujarnya.

Ketua PGRI Kabupaten Kutai Barat Raimundus mengaku organisasinya memang mendukung upaya-upaya perlindungan terhadap profesi guru. Hanya saja banyak keterbatasan khususnya di daerah.

“Memang bantuan hukum ini sudah jadi program kami bersama PGRI provinsi,” katanya.

Meski begitu sejauh ini belum ada guru di Kubar yang mengalami peristiwa kriminalisasi.

Baca Juga: Kadis Pendidikan Kubar Ajak PGRI Bantu Pemerintah Cetak Guru Profesional

Baca Juga: Ribuan Guru di Kutai Barat Belum Sertifikasi

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00