• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Penenun Cilik ini Diberikan Penghargaan dan Stimulan Biaya Belajar oleh Pemkab Kubar

16 October
21:07 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Nama Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kembali disebutkan di Tingkat Nasional pada Malam Puncak Anugrah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, di Istana Olahraga Gelora Bung Karno, Jakarta pada tanggal 10 Oktober 2019.

Kali ini, datang dari Gita Naomi Gracia, sang Penenun Cilik asal Kampung Perigiq, Kecamatan Jempang, yang sukses mengukir prestasi dengan keahlian menenun diusianya yang masih remaja (14).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar Silvanus Ngampun kepada RRI Sendawar, Rabu (16/10/2019) menjelaskan, Penenun Cilik Tenun Badong tersebut mendaptkan Anugrah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi 2019, Kategori Anak dan Remaja karena dinilai berperan aktif dalam Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Indonesia.

“Untuk Gita ini yang kemarin mengusulkan itu dari Dekranasda Kubar dan kalau dari Disdikbud sendiri memfasilitasi Tim Varifikasi Kemendikbud RI untuk datang menemui, mewawancarai dan melihat hasil karya Gita di Perigiq. Jadi memang Gita ini dari kecil sudah mulai menenun, sehingga dinilai menghargai dan melestarikan karena jarang ada anak-anak yang mau melestarikan karya budaya seperti Gita ini, maka itu dia diberikan penghargaan,”jelasnya.

Atas prestasi Siswi kelas IX SMP Negeri 1 Jempang itu, lanjut Slvanus Ngampun, Pemerintah akan memberikan Penghargaan dalam bentuk Piagam dan Uang Pembinaan, yang diusulkan pada Peringatan HUT ke-20 Kabupaten Kutai Barat tanggal 5 November tahun 2019. Bahkan secara khusus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar juga akan memberikan stimulan biaya belajar kepada Gita Naomi Gracia pada tahun 2020 mendatang.

“Dalam rapat Panitia HUT Kubar, saya sudah mengusulkan agar diberikan penghargaan dari Daerah, dalam bentuk Piagam Penghargaan dan jika memungkinkan, saya juga usulkan agar diberikan uang pembinaan yang nanti diserahkan oleh Pak Bupati pada Peringatan HUT Kubar tahun ini. Kalau dari Dinas jelas nanti ada bantuan stimulan biaya belajar untuk anak-anak yang berprestasi. Karena untuk yang SMP-kan belum ada Beasiswa. Nah kalau stimulan inikan dia tiap tahun bagi yang berpretasi, jadi bukan bewasiswa yang terus menerus, ini stimulankan sekali terima. Nah  itu tahun depan kita akan berikan,”lanjutnya.

Maka itu, Silvanus Ngampun menghimbau kepada tiap Sekolah yang ada di Kabupaten Kutai Barat agar memperkenalkan kerajinan Tenun ini kepada Siswanya masing-masing hingga bisa jadikan sebagai muatan lokal dan terus lestari dimasa-masa mendatang.

Sebelumnya, Ketua Dekranasda Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan, mengaku sangat bangga karena Gita Naomi Gracia sudah mengharumkan nama Kabupaten Kutai Barat, masuk sebagai salah satu dari 60 nama dalam 8 kategori penerima Anugerah Kebudayaan yang ditetapkan Kemendikbud RI tahun 2019.

“Semoga pada tahun selanjutnya akan banyak penerima penghargaan dari Kabupaten Kutai Barat untuk setiap kategori yang ada. Penghargaan yang dapat memacu semangat dari semua generasi untuk terus berkarya memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Kutai Barat. Penghargaan yang tidak hanya berupa kertas sertifikat melainkan penghargaan dan apresiasi bagaimana proses dan Perjuangan dalam menghasilkan sebuah karya,”tandasnya

Ia berharap, Gita Naomi Gracia dapat menjadi motivasi kepada Generasi muda yang lainnya di Kutai Barat, tidak malu untuk melestarikan budaya Daerah khususnya memenun. Karena selain untuk melestarikan juga dapat menjadi sarana untuk menambah penghasilan. Apalagi produk Tenun Kutai Barat sudah diakui hingga ke-tingkat Nasional dan terus di Promosikan hingga bisa di Pasarkan ke-Luar Negeri.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00