• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah Tk. 2

Mengenai Aktivitas Pelajar ditengah Kabut Asap, Disdikbud Kubar telah Berkoordinasi dengan OPD Terkait

16 September
16:03 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Kabut Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), masih menyelimuti Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hampir sepekan terakhir ini.

Menyikapi hal itu, Bupati Kubar FX. Yapan, saat dikonfirmasi menegaskan, Pemerintah telah menggelar Apel siaga dan pelepasan Tim Gabungan Penanganan Karhutla Kubar, hingga melakukan beberapa kali rapat koordinasi bersama Pihak terkait, mulai dari Kepolisian, TNI, BPBD dan OPD lainnya, belum lama ini.

Bahkan, Ia mengaku telah menginstruksikan kepada Pemerintah Kecamatan dan Kampung serta Lembaga adat di Wilayah masing-masing agar memindak tegas, masyarakat yang membakar ladang tanpa mengindahkan aturan yang berlaku. Dan hal itu ditujukan bagi semua elemen masyarakat, agar bersama-sama menjaga kondisi di Wilayah masing-masing, guna mengantisipasi Karhutla dan Kabut Asap yang semakin parah.

“Saya sudah himbau masyarakat, dan kepada kepala adat saya minta, barang siapa masyarakat yang membakar ladang tidak sesuai aturan, harus didenda adat. Ini sebenarnya tidak usah disuruh denda, masyarakat dayak khususnya Benuaq dan Tunjung sudah tahu aturan-aturan itu, dan jika melanggar pasti didenda adat. Maka saya minta masyarakat harus menjaga, jangan langsung dibakar, tapi diskat dulu, supaya tidak merembet kemana-mana,”ungkapnya.

Disinggung mengenai aktifitas pelajar ditengah Kabut Asap yang terjadi saat ini, FX. Yapan mengatakan telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Bila mana kondisi asap memburuk agar Sekolah diliburkan dalam artian belajar dirumah.

“Ini PR besar buat kita, dan ini tidak bisa diserahkan hanya kepada satu pihak saja. Mengenai sekolah, saya sudah kasih tahu kepada Kepala Dinas Pendidikan, tadi. Kalau memang kondisi asap-nya parah, ya diliburkan saja Sekolahnya, belajar dirumah,”katanya.

Terpisah, Kepala Disdikbud Kubar, Silvanus Ngampun saat dikonfirmasi RRI Sendawar, Senin (16/9/2019) mengaku, telah berkoordinasi dengan OPD terkait belum lama ini, salah satunya Dinas Lingkungan Hidup (LH), guna memastikan Kualitas atau Ambang batas udara, sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan nantinya.

Namun, mengingat kabut asap ini tidak merata ketebalannya di Kubar, bisa saja pelajar di Wilayah yang terdampak parah, diliburkan atau belajar dirumah, sementara yang masih dalam kategori ringan agar menggunakan masker dan mengurangi aktivitas diruang kelas.

“Itukan tidak menyeluruh, ada spot-spot, maksudnya ada wilayah yang tebal kabut asapnya ada yang sedang. jadi minggu lalu saya sudah komunikasi dengan pak sekretaris, karena kebetulan saya sekarang berada diluar Daerah. Kalau memang ada ditempat tertentu yang memang parah, silahkan saja anak-anak itu belajar di Rumah atau tidak datang ke-sekolah. Nah kalau masih sekolah, untuk yang memang belum diliburkan, dianjurkan supaya mereka menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan kelas,”tandasnya.

Silvanus Ngampun menegaskan, libur yang diberikan dalam kondisi seperti ini tidak masuk dalam kalender pendidikan, dalam artian tetap belajar di rumah. Maka itu, para guru dianjurkan memberikan tugas kepada murid-murid-nya ketika hal itu dilakukan.

Apalagi, dalam kalender pendidikan sendiri, waktu belajar siswa sudah diatur sangat padat dan terjadwal, sehingga jika diliburkan dan memakan waktu yang berlarut-larut dipastikan para pelajar tersebut akan ketinggalan jam pelajaran.

Seperti diketahui, Kabut Asap yang terjadi di Kabupaten Kutai Barat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah tersebut yang diperparah dengan kiriman asap dari daerah lain.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00