• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemerintahan

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak Getol Membangun Mesjid Yang Menghabiskan Total Dana 63 Miliar Rupiah dari APBD-P.

30 November
21:14 2017
0 Votes (0)

KBRN,SAMARINDA - Niat Gubernur Kaltim Awang Faroek  untuk membangun Masjid Al Faruq terus mendapat penolakan.  Sejumlah massa melakukan dari Forum RT Kampung Jawa dan Kelurahan Bugis Samarinda Ulu aksi demonstrasi menolak pembangunan masjid yang akan didirikan di atas Lapangan Kinibalu, Jl Gn Kinibalu Samarinda Kamis (30/11/2017) pagi.

 Warga menolak lantaran, pembangunan masjid tersebut dinilai akan menghilangkan lahan tempat bermain dan kawasan berolahraga masyarakat Kampung Jawa dan sekitarnya.  "Lahan tersebut (lapangan Kinibalu) merupakan hibah dari almarghum Gusti Husen Saad yang diniatkan untuk sarana olahraga," ujar Ketua RT 06 Siswanto.  

Untuk itu, Forum RT yang beranggotakan tak kurang dari 10 ketua RT di kawasan Kampung Jawa dan Kelurahan Bugis Samarinda tersebut meminta pembangunan yang tengah berlangsung untuk dihentikan. Ditemui oleh Asisten I Setprov Kaltim Meiliana, masa menyepakati 4 poin.  Yakni mengembalikan lahan sesuai fungsi semula, memperbaiki sarana olahraga tersebut, menyarankan Pemprov Kaltim mengalihkan dana untuk perbaikan mesjid disekitar wilayah tersebut, serta pembongkaran pagar yang sudah mulai dilakukan.

Salah seorang pedemo Selamat  Said Sanib, salah satu elemen masyarakat yang menolak mengatakan, ambisi gubernur tersebut dianggap mematikan ruang untuk anak-anak berkembang. "Kami bukan pada tataran menolak pembangunan masjid atau rumah, tapi menurut kami itu belum urgent, karena disekutarnya tidak jauh dari lokasi masih terdapat masjid," katanya.

Benar saja, karena sekitar 150 meter dari Lapangan Kinibalu ada Masjid Al Baitussalam di Markas Korem 091/ Aji Surya Natakesuma. Kemudian di Jalan Gunung Merbabu berjarak sekitar 300 meter juga berdiri Masjid Jami Al Maa’uun.

 Warga juga menyayangkan, karena sudah dilakukan pemagaran dan beberapa material bangunan sudah diletakkan di areal lapangan Kinibalu, padahal dilokasi tidak ada nampak papan pengumuman mengenai proyek maupun Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

 Namun demikian, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak nampaknya sudah bulat pada tekadnya, membangun masjid yang menggunakan nama tengahnya tersebut.  Ditemui media pada hari yang sama, Awang setelah emndapatkan laporan dari Asisten I Setprov Kaltim Meiliana, justru menganggap penolakan tersebut berbau kepentingan oknum tertentu.

 "Saya harus adil kepada semua agama, itulah konsekuensi hidup toleransi beragama, kalau saya bantu katedral katolik center, saya bantu kristian center, budis center kalau ada usulan mendirikan mesjid masa gak kita akomodir.  Apalagi camatnya kita undang itu kebutuhan , semuanya mendukung, bahkan DPRD sudah menyetujui, kok ada yang keberatan, itu RT mana, camat dan RT nya ikut rapat.  Tidak ada yang menolak, jadi saya pikir itu RT siluman, jaman sekarang mudah bikin forum apa segala macam, pasti ada orang itu dibelakang itu, yang gak setuju dengan bangun masjid, mustinya kalo ada orang mau bangun rumah iabadah harusnya didukung," paparnya.

 Untuk itu, Awang bersikukuh akan tetap membangun masjid tersebut. Sementara mengenai lahan, Awang yakin bahwa lahan tersebut adalah milik Pemprov Kaltim.  "Itu lahan punya pemprov. Lahan itu dipinjamkan untuk olahraga oleh Gubernur  APT Pranoto .  Sekarang pemda perlu lahan ya diambil," ucapnya."

Saya dengan restu MUI dan tokoh-tokoh agama islam dan ulama akan tetap membangun masjid itu.  Apalagi saya sebentar lagi pensiun.  Itu kan untuk kepentingan masyarakat bukan untuk saya saja," tegas Awang.

Disinggung mengenai anggaran pembangunan masjid yang akan dibangun 3 lantai dengan kapasitas 1500 jamaah, serta dilengkapi fasilitas rumah imam, Guest House, Ground Water Tank, Kantin dan Pagar Keliling tersebut, Awang mengaku tidak tahu menahu.  Karena semuanya ada di DPRD untuk perencanaannya.  

 Sebelumnya diberitakan, pembangunan masjid tersebut diprediksi menelan anggaran Rp63 miliar.  Dimanaa anggarannya, telah masuk dalam R-APBD 2018. Untuk tahap awal, Pemprov telah mengucurkan dana sebesar Rp2,8 miliar pada APBD Perubahan 2017.(rz)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00