Pemerhati Mendukung Peluncuran BBM Rendah Sulfur

  • 08 Okt 2024 18:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mendukung rencana pemerintah meluncurkan BBM baru yang rendah kandungan sulfurnya. Pasalnya, BBM rendah sulfur ini dapat memperbaiki kualitas udara di Indonesia.

“Jika kandungan sulfurnya rendah, maka gas buangnya menjadi lebih kecil. Iya pasti akan memperbaiki kualitas udara,” kata Komaidi, saat berbincang bersama Pro3 RRI, Senin (7/10/2024).

Meski demikian, dirinya menyebut, kualitas udara tidak akan seketika menjadi baik hanya dengan meluncurkan BBM rendah sulfur. Hal ini juga akan dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat terhadap BBM jenis baru tersebut.

“Biasanya semakin bagus kualitas suatu produk, maka harganya akan semakin mahal. Sementara konsumen kita masih sangat sensitif masalah harga,” ucapnya.

Komaidi mencontohkan, tingkat konsumsi BBM non subsidi di masyarakat selama ini lebih rendah dari BBM bersubsidi. Padahal secara kualitas, BBM non subsidi lebih baik, karena memiliki RON yang lebih tinggi.

Untuk memperbaiki kualitas udara, Komaidi menyarankan agar pemerintah tidak hanya menekan sektor transportasi saja. “Karena faktor penyebab buruknya kualitas udara tidak hanya berasal dari gas buang kendaraan bermotor saja,” ujarnya.

Menurutnya, transportasi hanya salah satu sektor yang mempengaruhi kualitas udara. Ada sejumlah sektor lain yang juga memerlukan upaya penanganan yang pararel dari pemerintah.

“Misalnya pembakaran hutan dan pembukaan lahan, itu emisinya juga besar. Dan seringkali kita lupa (untuk dikendalikan),” kata Komaidi.

Seperti diketahui, Indonesia akan memiliki BBM baru yang rendah sulfur. BBM ini akan diluncurkan secara bertahap, dimulai dari wilayah Jakarta.

Sementara itu, BBM yang tinggi kandungan sulfurnya menjadi salah satu penyumbang emisi. “BBM rendah sulfur adalah keharusan untuk memperbaiki kualiats udara,” ucap Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Cahyono Adi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....