NASA Berhasil Tabrak Asteroid untuk Uji Pertahanan Planet

  • 28 Sep 2022 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Maryland: Setelah 10 bulan terbang di luar angkasa, Uji Pengalihan Asteroid Ganda (DART) NASA berhasil menabrak target asteroid, Senin (26/9/2022). Ini merupakan uji coba NASA untuk menggeser arah asteroid di luar angkasa.

Demonstrasi ini juga menunjukkan teknologi pertahanan planet pertama di dunia yang berhasil pada pukul 19.14 EDT (06.14 WIB). Kontrol misi di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins (APL) di Laurel, Maryland, Amerika Serikat, mengumumkan waktu tabrakan tersebut.

"Pada intinya, DART mewakili keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pertahanan planet, tetapi juga merupakan misi persatuan dengan manfaat nyata bagi seluruh umat manusia," kata Administrator NASA Bill Nelson.

"Ketika NASA mempelajari kosmos dan planet rumah kita, kita juga bekerja untuk melindungi rumah itu, dan kolaborasi internasional ini mengubah fiksi ilmiah menjadi fakta ilmiah, menunjukkan satu cara untuk melindungi Bumi," katanya, seperti dikutip dari laman NASA, Rabu (28/9/2022).

DART menargetkan asteroid kecil Dimorphos, benda kecil berdiameter hanya 160 meter. Benda ini mengorbit asteroid yang lebih besar, berdiameter 780 meter, yang disebut Didymos. Kedua-duanya tidak menjadi ancaman bagi Bumi.

Misi sekali jalan tersebut mengonfirmasi bahwa NASA berhasil menavigasi pesawat ruang angkasa yang sengaja ditabrakkan ke asteroid. Tabrakan ini dimaksudkan untuk membelokkannya. Teknik ini dikenal sebagai dampak kinetik.

Tim investigasi sekarang akan mengamati Dimorphos menggunakan teleskop darat. Ini untuk memastikan bahwa tabrakan DART mengubah orbit asteroid di sekitar Didymos.

Para peneliti memperkirakan dampaknya akan memperpendek orbit Dimorphos sekitar 1%, atau kira-kira 10 menit. Pengukuran yang tepat pada seberapa jauh asteroid itu dibelokkan adalah salah satu tujuan utama tes ini.

"Pertahanan Planet adalah upaya pemersatu global yang mempengaruhi semua orang yang hidup di Bumi," kata Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA di Washington, Amerika Serikat.

"Sekarang kami tahu bahwa kami dapat mengarahkan pesawat ruang angkasa dengan presisi yang diperlukan untuk menghantam bahkan benda kecil di luar angkasa. Hanya perubahan kecil dalam kecepatannya yang kami butuhkan untuk membuat perbedaan signifikan dalam jalur perjalanan asteroid," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....