• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Bantuan Kemanusiaan Rakyat Indonesia Untuk Etnis Rohingnya

14 September
07:47 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Konflik berkepanjangan di negara bagian Rakhine Myanmar,  menjadi keprihatinan Bangsa Indonesia dan seluruh Dunia. Sebagai negara berdaulat, Indonesia  terus berupaya meyakinkan Myanmar  agar kekerasan di Rakhine diakhiri. 

Indonesia yang menerapkan politik luar negeri bebas aktif, berupaya meyakinkan Myanmar agar kekerasan di Rakhine diakhiri.

Hubungan baik dalam kerja sama bilateral pun membuat Myanmar menerima Indonesia sebagai salah satu pihak yang mampu menyelamatkan perdamaian hingga penyelesaian permanen di Myanmar. Banyak faktor-yang menyebabkan  kenapa Myanmar menerima Indonesia. Faktor penyebabnya, salah satunya, Indonesia diyakini tidak memiliki kepentingan politik tertentu kecuali masalah kemanusiaan.

Myanmar sangat percaya  Indonesia dapat menjadi bagian dari solusi dalam mengakhiri konflik di negara bagian Rakhine Myanmar. Kepercayaan itu, dibuktikan dengan dibukanya akses bantuan kemanusiaan Indonesia ke Rakhine State. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan,   empat prioritas bantuan yang akan diberikan Indonesia kepada etnis Rohingnya adalah edukasi, kesehatan, dan ekonomi serta bantuan dasar.

Bantuan itu akan diberikan kepada pengungsi Rohingnya yang berada di Rakhine State Myanmar dan Perbatasan Bangladesh. Bantuan itu disalurkan bekerja sama dengan pemerintah Myanmar, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerahnya, termasuk organisasi-organisasi kemanusiaan yang ada di lapangan.

Bantuan itu sangat dibutuhkan,  untuk menyelamatkan dan mengurangi penderitaan dan kesengsaraan warga etnis Rohingnya baik yang masih ada di Rakhine maupun yang mengungsi ke Banhladesh.

Harapan kita  Misi kemanusiaan yang dilakukan Pemerintah,  bukan hanya sebatas meredakan konflik dan mengirim bantuan, tetapi lebih jauh dari itu,  warga etnis Rohingnya harus kembali ke tanah kelahirannya dengan damai di Rakhine.

Tentang Penulis

Rahman Rifai

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00