• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Mempromosikan Penanganan Terorisme dan Radikalisme Pada Konferensi Tingkat Tinggi Arab Islam-Amerika 2017

20 May
06:48 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Arab Islamic-American Summit atau konferensi tingkat tinggi Arab Islam-Amerika 2017 besok akan berlangsung di Ryadh ibukota Arab Saudi.Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam pertemuan yang rencananya juga dihadiri presiden Amerika Serikat Donald Trump.  

Dalam pertemuan tersebut presiden Joko Widodo akan memaparkan bagaimana pengalaman Indonesia dalam menangani aksi terorisme dan radikalisme yang selama ini telah dilakukan dan terbukti membuahkan hasil positif.Topik ini sangat relevan mengingat sebagian besar negara di berbagai belahan dunia pernah mengalami merasakan aksi terorisme.    

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia .Di sisi lain, aksi terorisme dan radikalisme yang terjadi di berbagai belahan dunia sering dikaitkan dengan Islam. Islam yang radikal. Sehingga tidak dipungkiri akhir akhir ini muncul pula “Islam Phobia” di berbagai negara Eropa dan Amerika. Karena itulah konferensi tingkat tinggi Arab Islam-Amerika 2017 menjadi momentum yang tepat untuk menunjukan, bahwa di Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar, Islam, demokrasi dan toleransi dapat berjalan beriringan.    

Keberhasilan Indonesia dalam melakukan antisipasi terorisme dan radikalisme memang telah diakui dan mendapat apresiasi dunia. Apresiasi terhadap keberagaman dan toleransi yang terjaga di Indonesia. Raja Arab Saudi, Perdana Menteri Inggris dan sejumlah pemimpin negara lain menyampaikan langsung apresiasi tersebut kepada presiden Joko Widodo. Bahkan ada sejumlah  negara tetangga menginginkan Indonesia memberikan pelatihan penanganan dan pencegahan terorisme, seperti yang dilakukan kepolisian Miyanmar, meminta Kepolisian Indonesia untuk memberi pelatihan dan ikut menyelidiki kasus kasus terorisme di negaranya.    

Apresiasi dan pujian tentu tidak boleh membuat kita jumawa dan mengurangi konsentrasi kita terhadap pencegahan aksi terror dan radikal di tanah air. Sebaliknya kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan komitmen untuk bersama sama melawan aksi terror dan radikalisme. Bersama sama merawat toleransi dan keberagaman, yang akhir akhir ini mulai terusik dengan gerakan gerakan intoleran.      

Terorisme bukan persoalan siapa pelaku, kelompok dan jaringannya.Namun, lebih dari itu terorisme merupakan tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan ideologi yang dapat menyerang kesadaran masyarakat..Radikalisme sendiri merupakan embrio lahirnya terorisme. Tumbuh suburnya terorisme dan radikalisme tergantung di lahan mana ia tumbuh dan berkembang.  Jika ia hidup di tanah gersang, maka sulit menemukan tempat, sebaliknya jika ia hidup di lahan yang subur maka ia akan cepat berkembang. Karena itulah mari kita jadikan Indonesia menjadi lahan yang gersang bagi terorisme dan radikalisme, sehingga terorisme dan radikalisme akan sulit tumbuh dan berkembang.
 


*Sumber Foto : Google*

Tentang Penulis

Danang Prabowo

Redaktur senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00