• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Perlu Tidaknya Penyidik KPK Dibekali Senjata Api

19 May
07:11 2017
1 Votes (4)

KBRN, Jakarta : Adanya teror penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Novel Baswedan, komisioner KPK kembali meminta perlindungan pengamanan  lebih untuk para pengungkap kasus korupsi di lembaganya.  

Bentuk perlindungan diri para jaksa, penyidik, penyelidik di lembaga anti rasuah itu diantaranya berupa pemberian ijin untuk memegang senjata api secara resmi.

Menurut catatan redaksi, sesungguhnya wacana penyidik KPK dipersenjatai telah muncul beberapa tahun lalu, diantaranya  setelah penyidik Afief Yulian Miftach mendapatkan terror di tahun 2015.
  Jika kita simak catatan catatan terror yang menimpa  para penegak hukum anti korupsi dalam mengungkap kasus kasus korupsi di Indonesia, resikonya sangat besar dan  bukanlah hal yang sepele untuk dibiarkan. Upaya pelemahan KPK dalam   bentuk ancaman, terror, sampai pada penggembosan kewenangan, sudah sering terdengar, bahkan kepemilikan senjata api oleh KPK pun sempat diusut perijinanannya oleh kepolisian.  

Mengatasi bentuk bentuk ancaman para penyidik KPK seperti beberapa kali terjadi dan sejauh ini masih disikapi sebagai hal yang biasa saja, tentunya bukan hanya terfokus pada perlu tidaknya para petugas pemberantas korupsi itu dibekali dengan senjata api. Kewaspadaan menjaga diri dan perlindungan keamanan prefentif ketika melakukan pengusutan baik kasus besar maupun kecil, yang melibatkan orang besar maupun orang kecil, tetap lebih penting.  

Jika kita simak  aparat yang memegang senjata api selama ini, resiko penggunaan senjata yang dipegang dan menjadi tanggung jawabnya, bukanlah juga hal yang sepele. Faktor kesehatan, psikologis, pengendalian emosi , kesigapan dan sejumlah ketentuan lain juga menjadi beban bagi mereka.
 

Jika memang para penyidik, penyelidik , Jaksa dan bisa jadi unsur pimpinan di KPK telah diberikan ijin atas kepemilikan dan pemakaian senjata api, pertanyaannya adalah bagaimana kesiapan mental mereka , kesehatan, psikologis, pengendalian emosi, kesigapan dan sejumlah ketentuan lainnya yang menjadi tanggung jawab pemegang senjata api. Tidakkah akan menambah beban bagi petugas KPK itu sendiri.  

Kebijakan fleksibel pimpinan KPK yang tidak mengharuskan tetapi mempersiapkan petugasnya dalam kelengkapan pengamanan diri melalui pembekalan senjata api, kiranya cukup bijaksana, sehingga hanya petugas yang benar benar lolos seleksi ketentuan penggunaan senjata api dan memang perlu saja lah yang membekali diri dengan senjata api.  

Disisi lain, perlindungan berupa pengawalan resmi kepolisian kiranya tetap diutamakan. Segala resiko tetap saja ada, tetapi KPK telah berupaya untuk itu, bukan pembiaran yang terjadi. Semoga segala upaya yang ada, bukan menjadi polemik antara setuju dan tidak setuju, antara diijinkan dan tidak diijinkan. KPK tetap harus waspada.  






*Sumber Foto : Google*

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00