• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Dana Santunan Kecelakaan Ditingkatkan

14 February
08:32 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah melalui Menteri Keuangan,  mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 dan 16 Tahun 2017  yang memuat ketentuan tentang peningkatan besaran dana santunan kecelakaan yang dibayarkan kepada korban kecelakaan lalu lintas darat dan laut, tanpa ada peningkatan pembayaran premi.  

Memang, meskipun para penumpang kendaraan angkutan umum dan masyarakat pemakai jalan tidak akan pernah membayangkan kecekaan menimpa diri dan keluarganya, tetapi pemerintah melalui Undang Undang Nomor 34 tahun 1964 dan Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 1965 menjamin pemberian dana santunan bagi penumpang  korban kecelakaan angkutan umum atau ahli warisnya.
   
Dalam ketentuan Undang-undang nomor 34 Tahun 1964 tentang  Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1965 tentang Ketentuan-ketentuan Pelaksanaan Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, dana santunan yang dibayarkan berasal dari pungutan pemilik kendaraan bermotor dan dari penumpang yang termasuk dalam pembayaran karcis ongkos angkutan.
    

PT. Asuransi Kerugian  Raharja yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola  dana  asuransi kecelakaan , telah memperhitungkan  adanya rasio kecukupan dana yang dikelola dan kepatutan biaya pengobatan yang semakin mahal, sehingga dikeluarkannya PMK nomor 15 dan 16 tahun 2017 tidak akan mempengaruhi pengelolaan perusahaan asuransi milik pemerintah itu.
   

Besaran dana santunan untuk korban meninggal dunia yang semula 25 juta rupiah, per 1 juli 2017 ditingkatkan menjadi 50 juta rupiah, cacat dari 25 juta rupiah ditingkatkan menjadi 50 juta rupiah, perawatan rumah sakit dari 10 juta rupiah meksimal menjadi 20 juta rupiah, dan biaya penguburan bagi korban meninggal yang semula 2 juta rupiah menjadi 4 juta rupiah.    

Dalam PMK yang baru, pemerintah juga memperhitungkan dana untuk pembayaran ambulance sebesar 500 ribu rupiah dan biaya Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan – P3K sebesar 1 juta rupiah.    

Kita hanya berharap prosedur pembayaran klaim asuransi kecelakaan  tetap seperti apa yang dilakukan Jasa Raharja selama ini, yakni dengan prinsip kehati hatian dan  jemput bola, sehingga keluarga atau ahli waris tidak dimanfaatkan sebagai obyek orang orang tidak bertanggung  jawab yang berkedok membantu.
 


*Sumber Foto :  Google*

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00