• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Indonesia Sebagai Negara Transit Pencari Suaka

11 February
07:02 2017
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta:  Konflik atau perang yang terjadi di sejumlah Negara mengakibatkan warga di Negara yang sedang dilanda konflik berusaha menghindar  dari ketidak nyamanan hidup di Negara mereka sendiri, dengan cara mengungsi ke Negara lain, baik secara legal maupun illegal. 

Indonesia selama ini menjadi sala satu Negara transit penampung pengungsi yang secara kemanusiaan harus ditolong karena kondisi mereka yang memprihatinkan, setelah mengarungi lautan dan tantangan selama perjalanan menjauh dari negeri mereka sendiri untuk mencari kehidupan baru Negara lain.

Para pengungsi itu sebagaian besar a
dalah mereka melarikan diri dari konflik pelanggaran HAM di negara asal, seperti Afganishtan, Myanmar, Somalia, Iran dan Iraq.
Penanganan para pengungsi  di Negara Negara transit  termasuk Indonesia sesungguhnya dilakukan bekerjasama dengan Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi – UNHCR.

Di Indonesia  UNHCR membuka perwakilan sejak tahun 1979, berkantor pusat di Jakarta dan memiliki perwakilan di Medan, Tanjung Pinang, Surabaya, Makassar, Kupang dan Pontianak.

Berdasarkan data dari UNHCR, 
pengungsi yang berada di Indonesia sampai Februari 2016 tercatat 13,829 orang , terdiri dari 7,560 pencari suaka dan 6,269 pengungsi yang  berasal dari 44 negara.
Bukan hal yang mudah bagi Indonesia  menjadi Negara transit yang  menangani dan melindungi para pengungsi dan pencari suaka. 

Salah satu bentuk perlindungan yang dilakukan bersama UNHCR adalah memastikan bahwa pengungsi dan pencari suaka terlindung dari refoulement yakni perlindungan dari pemulangan kembali secara paksa ke tempat asal mereka dimana hidup atau kebebasan mereka terancam bahaya atau penganiayaan.

Belum lagi beban yang harus ditanggung Indonesia dalam membantu kelangsungan hidup mereka sampai dengan mereka mendapat suaka di negera lain.Demo yang dilakukan di perwakilan UNHCR di Jakarta, merupakan upaya para pengungsi untuk mendapatkan perhatian dari UNHCR agar mereka segera mendapatkan suaka di Negara yang mau menerima mereka.

Sejumlah keterbatasan dan tidak menentunya waktu penempatan mereka ke Negara pemberi suaka , yang dialami para pengungsi selama bearada di Negara transit, membuat harapan para pengungsi untuk segera berkumpul dengan keluarganya yang terlebih dahulu mendapatkan suaka menjadi suatu ketidak pastian.

Pemerintah 
Indonesia sendiri dalam beberapa kesempatan juga terus mengharapkan dukungan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi- UNHCR segera mempercepat penanganan pengungsi dan pencari suaka yang saat ini berada di Indonesia untuk mendapatkan suaka di Negara penerima.

Sebagai
 bangsa yang memiliki dasar Negara Pancasila, Indonesia juga wajib mengedepankan masalah kemanusiaan yang dihadapi para pengungsi, tetapi disisi lain masih banyak rakyat Indonesia yang miskin dan perlu perhatian pemerintah.

Semoga antara sisi kemanusiaan dan beban , baik beban pemerintah Indonesia  dan beban pengungsi terutama beban  mental 
para pengungsi segera teratasi, agar sebagai sesama maunusia makhluk Tuhan Yang Maha Esa, dapat hidup tenang dan damai sebagaimana mestinya.

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00