• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

PR Golkar di Kepemimpinan Airlangga Hartarto

5 December
08:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Para pesaing Airlangga Hartarto terlewati dengan mudah hingga para peserta Munas X Partai Golkar menetapkan Airlangga Hartarto sebagai ketua Umum Partai Golkar. Ini capaian cukup baik Partai tersebut karena tidak ada voting,  sehingga menjauhkan Golkar dari kemungkinan friksi tajam. Secara pendewasaan politik sesungguhnya partai Golkar sudah sangat matang. Kendati rezim berganti usai ditinggal Presiden Soeharto pasca zaman Orde Baru, namun Partai Golkar selalu berada dalam jajaran partai papan atas.

Bahkan Golkar adalah semacam Akademi Partai bagi sejumlah tokoh nasional. Wiranto bersama Hanura dulunya adalah kader Golkar. Surya Paloh dari Nasdem juga sebelumnya Kader Golkar. Prabowo Subianto yang mendirikan Gerindra, juga sebelumnya kader Golkar. Partai Berkarya yang tidak lolos ke Parlemen pimpinan Tommy Soebarto juga termasuk dari Golkar. Jadi seandainya suara Golkar, ditambah Gerindra, ditambah Nasdem, dan didukung Hanura serta Berkarya, bisa jadi sebagai yang terbesar di dalam Pemilu lalu.

Bahkan seandainya mereka bergabung, maka Presidennya bisa jadi salah satu Kader Golkar. Namun repotnya, karena di dalam partai Golkar banyak tokoh hebat, maka susah juga menyatukan mereka semua. Dampaknya, kendati suara Golkar masih bagus, tetapi tidak bisa juga sekedar mendapat posisi pimpinan negara. Jangankan Presiden, posisi calon wakil Presiden pun Partai Golkar tidak dilirik. Karena tidak punya calon, mungkin juga penyebab suara Golkar kalah dari Gerindra dalam pemilu Mei lalu. Kalau mau bikin Golkar besar, harus dipastikan Golar punya Calon Prsiden yang kuat pada pemilu 2024, bukan bikin partai besar dulu baru calonkan jadi Presiden. Sayang juga Partai Golkar, punya tokoh banyak, asset dan sumberdaya berlimpah, suara besar, tapi tidak pernah lagi memimpin Republik ini.

Tentang Penulis

Tsalisa Nur Aini

Tsalisa 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00