• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kebijakan Sistem Zonasi, Penerimaan Siswa Baru, Menghambat Siswa, Berprestasi

10 July
08:28 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kebijakan Kemendikbud menggunakan sistem Zonasi, dalam penerimaan siswa baru, disatu sisi, dinilai cukup baik. Karena, siswa, lebih dekat ke lokasi sekolah. 

Dengan mendekatkan jarak antara rumah dengan sekolah, akan  memudahkan para orang tua,  memonitor perkembangan anaknya dan dapat mengurangi kekhawatiran para orang tua, akan terjadinya tauran, atau karena pulang lebih sore dari sekolah, karena ada ektra kulikuler atau pelajaran tambahan. Namun dalam pelaksanaannya, ternyata tidak semudah yang kita kira dan masalahnya-pun lebih rumit. 

Dengan sistem Zonasi, seorang siswa SMP berpretasi, yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah unggulan atau sekolah pavorit, yang berbeda kabupaten/kota dengan sekolah asal, kesempatannya sangat kecil untuk diterima karena kuotanya hanya 5 persen.

Kesulitan lain yang dihadapi siswa, tidak dapat bersekolah di tempat tinggal orang tuanya, jika sekolah asalnya, berbeda, kabupaten dan kota dengan tempat tinggal orang tuanya. 

Sebab, didalam Pasal 16 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru, dengan jelas disebutkan, sekolah diwajibkan menerima 90% calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah. Kebijakan Zonasi ini, berpotensi memisahkan tempat tinggal anak dengan orang tua.

Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Udayana Jimmy Z. Usfunan, mengatakan, kebijakan Zonasi  melalui Permendikbud nomor 14 tahun 2018 , memberikan pilihan sulit kepada keluarga untuk memilih ikut orang tua atau bersekolah di alamat asal. Hal ini, akan sangat sulit bagi orang tua yang ingin mendampingi anak anaknya. 

Jika yang diinginkan, pemerataan pendidikan, mulai dari SD, SMP dan SMA, di seluruh  Indonesia, maka, Pemerintah juga perlu memahami kondisi para orang tua siswa, dan juga sarana prasarana pendukung di sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar mengajar siswa.

 Sebab, tidak semua sekolah negeri di perkotaan, maupun di perdesaan, memiliki sarana prasarana yang memadai yang dapat menunjang prestasi belajar siswa.

Tentang Penulis

Rahman Rifai

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00