• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Teror Bom Di Bangil Pasuruan

6 July
09:48 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Warga di Kawasan Bangil Pasuruan Jawa Timur kemarin dikejutkan dengan ledakan dari sebuah rumah. Rumah tersebut dihuni sejumlah orang dengan status penghuni rumah kontrakan yang tidak begitu bersosialisaai.

Dalam penjelasannya kepada media massa, ledakan yang diduga bom merupakan ledakan low explosive, bahan utamanya adalah bubuk seperti mesiu black powder. Tidak ada korban meninggal dalam peristiwa itu. Korban luka hanya satu orang yakni anak balita.

Namun menariknya,  anak balita tersebut justru ditinggal sendiri oleh para penghuni rumah yang diduga adalah pelakunya.  Belum jelas memang status anak tersebut.
Seandainya benar anak balita itu adalah anggota keluarga penghuni rumah kontrakan tersebut,  maka dapat dipastikan bahwa para penghuni rumah adalah orang yang tidak memiliki perikemanusiaan.

Bagaimana mungkin seorang anak menderita luka akibat ledakan namun justru ditinggalkan sendiri di dalam rumah. Polisi masih mendalami kasus di Bangil ini. Terlepas kemudian dari apapun hasil penyelidikan polisi,  maka hal penting adalah perlunya kewaspadaan dan kepedulian warga.Para penghuni rumah adalah mereka yang menyewa rumah. Artinya,  para penghuni rumah tersebut tentunya menjalin kontrak dengan pemilik rumah.  

Data mereka harusnya juga lengkap. Namun disayangkan,  warga tidak begitu peduli dengan kehadiran penghuni rumah kontrakan.  Apalagi, pekerjaan mereka tidak jelas dan sosialisasi dengan warga rendah. Peran serta dan kepedulian warga dalan konteks ini sangat rendah.

Artinya,  banyak hal di lingkungan masyarakat dapat diminimalisir dengan kepedulian warga.
Saatnya warga peduli terhadap lingkungan. Siapapun pendatang di sebuah kawasan,  tetap perlu diwaspadai,  terutama yang menampakkan ketidak harmonisan dalam sosialisasi dengan warga. Tanpa kepedulian warga,  sangat sulit bagi polisi mengamankan warga dan area yang demikian luas. Kita tunggu bersama hasil penyidikan polisi.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00