• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Media Mainstream Harapan Pelurus Hoax

9 February
08:35 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebutkan, sampai saat ini masyarakat yang telah mendaftarkan nomor telepon seluler prabayarnya di Indonesia telah mencapai sekitar 190 juta nomor, sedangkan pengguna internet mencapai sekitar 150 juta.

Jika kita perhatikan jumlah ke pemilikan telepon seluler dan pengguna internet yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai media sosial, kecepatan penyebaran sebuah informasi menjadi dahsyat, dibandingkan dengan jumlah media mainstream yang jumahnya diperkirakan hanya 47 ribu.

Euforia demokrasi bebas menyampaikan pendapat dan budaya berbagi informasi melalui media sosial di satu sisi mengandung nilai positip, disisi lain mengandung efek negative yang sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa dan Negara.

Betapa tidak, kecenderungan masyarakat berbagi informasi melalui media sosial, sering kali melupakan isi, substansi , kebenaran atau keabsahan dari informasi, sehingga berkembang menjadi informasi yang tidak benar atau menjadi berita hoax yang sangat mengkhawatirkan karena begitu cepatnya menyebar, apalagi jika mengandung hal hal sensitive yang dapat memperkeruh suasana atau mengancam persatuan, kesatuan di negeri ini.

Kecanggihan teknologi media yang berkembang sebagai media social, maut idak mau di era sekarang juga harus dimanfaatkan media mainstream sebagai penguatan percepatan penyebaran atas berita, sehingga jelas perbedaan antara media sosial secara umum dan media sosial sebagai konvergen media mainstream.  

Permasalahan menjadi lebih berkembang tatkala hoax atau berita atau informasi yang tidak benar justru diangkat sebagai topik bahasan pada media massa tertentu.

Masyarakatpengguna media sosial seolah menjadi sumber persebaran hoax, antisipasinya tertumpu pada media mainstream yang jelas berlandaskan pada etika jurnalisme dan kaidah kaidah jurnalistik, berdasarkan akurasi fakta dan data dengan mengutamakan peace journalism atau junalisme damai.

Bagaimana dengan masyarakat pengguna media sosial ?   Rambu rambu terhadap penyebar informasi hoax dapat dikenakan hukuman sesuai yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial, dengan mencermati terlebih dahulu konten yang diterima,  memastikan akurasi konten yang akan dibagikan, mengklarifikasi kebenarannya, memastikan manfaatnya, baru kemudian menyebarkannya.

Di Hari Pers Nasional ini, media mainstream diharapkan semakin merapatkan diri memastikan perannya sebagai media penyebar informasi yang benar benar akurat, sebagai media yang sangat berperan di dalam pelurusan hoax yang beredar, demi menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat, bangsa dan Negara. 

Sebuah tantangan media mainstream untuk tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat atas sebuah kebenaran informasi, masyarakat kembali kepada media mainstream untuk sebuah kebenaran informasi atau berita, dan yakin itu bisa.
(Sumber Foto: Nusantaranews.co)

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00