• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ratusan Buku Nikah di KUA Sragen Dicuri Sindikat, Per Pasang Laku 20 juta

4 December
06:02 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen : Dalam dua tahun terakhir ini, dua Kantor Urusan Agama KUA di Kabupaten Sragen disatroni maling dengan mencuri ratusan buku nikah. Pencurian ini tergolong unik dan dimungkinkan dilakukan oleh sindikat. Ratusan Buku Nikah yang dicuri dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngrampal Sragen pada Minggu (1/12/2019) lalu, berpotensi dijual dengan harga mencapai Rp 20 juta per pasang. Diyakini pencurian buku nikah dilakukan oleh sindikat dengan jaringan khusus.

"Saya yakin pencurian ini dilakukan oleh sindikat jual beli buku nikah. Karena sasarannya sangat jelas, yang diambil buku nikah saja," ujar Ketua Kelompok Kerja Penghulu (Pokjahulu) Sragen, Muhammad Fadlan, Selasa (3/12/2019).

Ia menjelaskan, buku nikah itu bisa dipakai untuk kelompok tertentu dan digunakan kepentingan tertentu atau untuk mengelabui dan proses yang tidak benar. Menurut Fadlan, buku nikah ini sangat mungkin dipakai untuk mengelabui warga tentang istri simpanan. Selain itu, buku nikah memang laris dan mahal, bisa laku Rp 20 juta, karena pihaknya pernah dimintai buku nikah dengan biaya berapa pun akan dibayar seseorang. Hanya saja, permintaan tersebut ia tolak karena dampaknya besar.

"Sulit melacak keberadaan buku nikah ini, karena bisa mengelabui warga, padahal pasangan kumpul kebo. Yang Pencurian Masaran dulu juga belum terungkap,” terangnya.

Moh Fadlan mengatakan, petugas dan Kepala KUA setempat akan diperiksa dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Bidang Hukum kementerian Agama. Pihaknya juga pernah di BAP karena pada 2011 di Tanon dulu juga pernah kehilangan sekitar 100 buku nikah. 

Pencurian buku nikah ini ternyata tidak hanya terjadi di Sragen, namun juga terjadi di kota-kota lain. Pada Oktober 2018 lalu sejumlah 300 buku nikah kosong raib dari KUA Masaran. 

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Harno mengaku, masih melakukan pendalaman terkait pencurian buku nikah ini. Disinggung adanya oknum orang dalam yang bermain, AKP Harno enggan berspekulasi, namun Satreskrim akan segera mengungkap.

"Masih didalami oleh Reskrim, kita belum menduga-duga. Tunggu saja," ujarnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00